Revolusi Mental, Apa Kabar?

47 views
Revolusi Mental yang kongkrit, terstruktur, sistematis dam masif mulai dari tingkat desa sampai kementerian dan parlemen, bukan sekedar retorika atau seremoni belaka, diperlukan untuk membangun karakter bangsa dalam kepemimpinan Presiden Jokowi Jilid II.
- Advertisement -

KALAU mau jujur, sukses kepemimpinan Presiden Joko Widodo tidak perlu disangkal, khususnya dalam pembangunan sarana dan prasarana umum fisik, jauh melebihi ketimbang yang dibuat para pendahulunya.

Sebut saja misalnya di sektor perhubungan. Pada masa lima tahun era pemerintah Jokowi (2014 – 2019) telah dibangun jalan sepanjang 4.119 KM, belum lagi jalan tol 1.852 KM serta 51.090 M bentang jembatan.

Sebanyak 15 bandara baru dibuat termasuk di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (T3) seperti di P. Anambas, P. Miangas dan Boven Digul, selain Bandara Kertajati dan Bandara Kulon Progo di P Jawa.

Tidak semua orang menggunakan jalan tol atau bandara, tapi multiplier effects-manfaatnya pasti dinikmati masyarakat luas dengan lancarnya transportasi bahan baku, sembako dan pemasaran produk pertanian.

Di era Jokowi pula dibangun 55 waduk, sebagian sudah rampung dan seluruhnya mampu mengairi satu juta HA lebih lahan pertanian yang bakal melipatgandakan produk pertanian, perikanan dan lainnya.

Penyelarasan harga BBM di wilayah T3 seperti di Kab. Puncak Papua, Kab. Pegunungan Arfak, Papua Barat atau di Kab. Nunukan, Kalimantan Utara juga salah satu legasi hasil nyata karya pemerintahan Jokowi.

Harga BBM (premium) di Puncak Papua yang tadinya Rp100 ribu seliter, di Nunukan Rp.40 ribu dan di Arfak Rp30 ribu akibat buruknya akses transportasi, sejak 10 Feb. lalu sama dengan di P. Jawa, Rp.6.450 seliter.

Banyak lagi hasil karya Jokowi, termasuk proyek “tol langit” Palapa Ring dan prasarana telekomunikasi guna mewujudkan pemerataan akses internet terutama untuk program pendidikan di seluruh tanah air.

Selain pembangunan fisik, Jokowi di awal kepemimpinannya juga menggagas Revolusi Mental sebagai gerakan nasional pembentukan karakter bangsa.

- Advertisement -