Jepang dan Korsel Berseteru soal Dagang

21 views
PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden Korsel Mon Jae-in. Korsel protes atas kebijakan Jepang memperketat barang-ekspor barang tertentu pada Korsel
- Advertisement -

TIDAK ada persahabatan yang sejati, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi, ungkap pameo lawas yang agaknya pas menggambarkan situasi hubungan Korea Selatan dan Jepang.

Puluhan pelaku usaha kecil dan menengah Korsel dilaporkan melancarkan unjukrasa di Seoul, Senin (15/7), menentang kebijakan Jepang memperketat ekspor komoditas tertentu yang digunakan sebagai bahan pembuatan semikonduktor.

Jepang dan Korsel selama ini adalah dua negara sekutu utama Amerika Serikat terutama terkait ketegangan akibat program pengembangan dan ujicoba nuklir Korut yang mengancam ketiga negara tersebut, selain itu Jepang dan Korsel juga menjadi basis utama pangkalan pasukan AS menghadapi potensi ancaman Rusia, China maupun Korut.

Seruan boikot dilontarkan oleh Presiden Asosiasi Korea Mart, Kim Sung-min meminta para pemilik toko yang menjual produk-produk Jepang untuk memboikot ditribusi produk impor dari negara itu sampai pernyataan Jepang menyampaikan permintaan maafnya.

Kebijakan pengetatan ekspr Jepang diberlakukan mulai awal Juli ini dengan alasan perlunya pengawasan yang memadai bagi barang-barang tertentu yang diekspor ke Korsel.

Sebelumnya, ribuan warga Jepang menandatangani petisi yang dikirim ke situs kantor presiden memuat boikot produk Jepang dan larangan berpergian ke negeri itu, juga untuk tidak menyaksikan Olimpiade yang digelar di Tokyo pada 2020.

Presiden Korsel Moon Jae-in juga mengingatkan, kebijakan pengetatan ekspor Jepang akan merusak kerjasama ekonomi kedua negara dan Jepang akan menerima risiko lebih besar.

Sedangkan Kementerian Perdagangan Korsel juga berencana mengajukan keberatan atas pengetatan ekspor Jepang melalui Badan Perdagangan Dunia (WTO), sementara Kantor Kepersidenan telah mengajukan permohonan investigasi oleh DK PBB atau badan dunia lainnya untuk menginvestigasi isu tersebut.

Terjadi eskalasi ketegangan akibat laporan TV Jepang, NHK dan FNN terkait tudingan bahwa Korsel menjual lagi ke Korut Hydrogen Fluoride yang menjadi salah satu barang yang diawasi ketat karena bisa digunakan untuk membuat bom. Korsel sendiri menyangkal tudingan itu.

- Advertisement -