MAKNA TEBAR HEWAN KURBAN

68 views
BESAR - Domba milik Sochif, Mitra THK Dompet Dhuafa bersih dan besar. Ia senang membantu menyalurkan ke pelosok. Foto: yuli Pujihardi/THK
- Advertisement -

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkurbanlah” (QS. Al Kautsar: 1-2).

Dalam surat Al Kautsar ayat 1-2 di atas dengan tegas Allah SWT menyatakan bahwa Allah telah begitu banyak memberi nikmat dalam kehidupan setiap insan yang bernafas di alam semesta ini. Pada ayat kedua secara terang-terangan Allah SWT meminta timbal balik atas nikmat yang diberikan dengan beribadah, mendirikan shalat dan berkurban. Pengertian berkurban tentu saja bisa diartikan banyak hal, namun yang paling mudah dicerna oleh umat Islam adalah menunaikan ibadah kurban seperti yang Nabi Ibrahim contohkan kala menyembelih putranya Ismail. Tegas sekali bagaimana perintah ini dikeluarkan dalam surat yang begitu pendek, namun sarat akan makna. Kurban adalah ibadah dimana manusia diajarkan untuk berbagi, tidak serakah, menyanyangi apa yang dipunya terutama harta, namun mengabaikan ibadah yang jatuhnya pun setahun sekali.

Bagi umat muslim yang hidupnya berkecukupan atau masuk dalam kategori golongan menengah ke atas, menikmati lezatnya daging adalah hal biasa bahkan hampir setiap hari. Akan tetapi, bagi mereka yang hidup serba kekurangan, menikmati gurihnya sate, gulai atau rabeg, hanyalah pada momen-momen tertentu atau bisa jadi hanya 2 kali dalam setahun yakni saat Idul Fitri tiba dan hari raya Idul Adha datang menyapa, itupun kalau diwilayahnya ada orang mampu yang berkurban dan membagikan dagingnya kepada yang mebutuhkan. Menebar hewan kurban memang banyak ironi, ketika menumpuk di perkotaan, maka di pelosok dan pinggiran nyaris tak ada kurban atau hanya satu dan dua orang saja. Jika kebetulan kita bereda di komplek peruamahan menengah ke atas, beberapa belas bahan puluh hewan kurban disembelih, dibagikan kepada warga komplek atau sekitar komplek yang bagi mereka makan daging itu biasa, tak ada yang istimewa, tak ada yang membuat merasa begitu bahagia. Tak jarang, daging yang dibagikan pada akhirnya menumpuk di kulkas hingga lupa memasaknya.

- Advertisement -