Jepang Tawarkan Diri Jadi Penengah Pemulangan Pengungsi Rohingya

79 views
Pengungsi rohingya./ AA
- Advertisement -

DHAKA – Jepang menawarkan diri untuk menjadi penengah antara Bangladesh dan Myanmar dalam pemulangan (repatriasi) Rohingya.

“Kami baru saja menerima tawaran itu, kami akan membicarakannya dengan forum internal kami dan kemudian mengambil keputusan,” kata Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen pada konferensi pers setelah pertemuan bilateral dengan rekan sejawatnya dari Jepang, Taro Kono, di Dhaka, Selasa malam. (30/7/2019)

Menteri Luar Negeri Jepang tiba di Bangladesh pada Senin malam dan berkunjung ke kamp-kamp Rohingya di distrik Cox’s Bazar pada Selasa pagi untuk meninjau kondisi para pengungsi.

Setelah kembali dari Cox’s Bazar, Kono mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh di Dhaka untuk membahas berbagai kepentingan bersama termasuk kasus pemulangan Rohingya yang macet.

“Jepang memiliki investasi besar di Myanmar, termasuk negara bagian Rakhine dan Bangladesh, mereka [Jepang] tertarik untuk menyelesaikan krisis Rohingya karena sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas di seluruh wilayah,” kata Momen.

Myanmar menandatangani perjanjian repatriasi dengan Bangladesh pada 23 November 2017.

Seperti dilansir Anadolu Agency, pada November 2018, rencana pemulangan Rohingya dihentikan karena para pengungsi tidak mau kembali ke tanah air mereka, sementara Myanmar mengatakan situasi tidak aman untuk kembali.

- Advertisement -