HRW: Ketidakseriusan Myanmar Buat Rohingya Enggan Kembali

11 views
Kamp rohingya di Bangladesh/ AFP
- Advertisement -

MYANMAR – Aktivis HAM meragukan keseriusan Myanmar dalam melakukan pemulangan rohingya dari Bangladesh, yang mengungsi akibat kekerasan di wilayah tersebut.

Phil Robertson, wakil direktur Human Rights Watch divisi Asia, dilansir VOA, Kamis (1/8/2019) mengatakan, Myanmar tidak serius membahas status kewarganegaraan Rohingya.

Ketidakseriusan tersebut membuat kedua kalinya para pengungsi Rohingya menolak tawaran pemerintah Myanmar. Oktober tahun lalu, mereka juga menolak tawaran repatriasi karena tidak mempertimbangan keamanan mereka.

Akhir pekan lalu, Myanmar meningkatkan usaha mereka, ketika Menlu Myanmar U Myint Thu memimpin delegasi beranggotakan 10 orang untuk melangsungkan pembicaraan dengan sejumlah perwakilan pengungsi di Kutupalong, kamp pengungsi terbesar di dunia.

Perwakikan Rohingya meminta status kewarganegaraan dan jaminan keamanan sebagai syarat pemulangan mereka, sementara delegasi itu hanya menawarkan jalur naturalisasi kewarganegaraan, yang dimulai dengan pemberian kartu verifikasi nasional.

Sejumlah warga Rohingya mengatakan, kartu itu dapat dimanfaatkan untuk menindas lebih lanjut kelompok minoritas itu.

Tashmida, seorang perwakilan pengungsi Rohingya mengatakan, “Kami tidak akan mau menerima kartu verifikasi nasional. Kalau mereka beri kami status kewarganegaraan kami pergi. Kalau kami menerima kartu verifikasi, mereka akan membantai kami. Mereka akan membunuh kami. Kami tidak akan pergi.”

 

- Advertisement -