PBB Serukan Embargo Senjata kepada Myanmar

54 views
Ilustrasi patroli Tentara Myanmar di pengungsian Rohingya di Rakhine/ VOA
- Advertisement -

JENEWA – Penyelidik PBB menyerukan penerapan embargo penjualan senjata atas Myanmar dan pengenaan sanksi-sanksi terhadap sejumlah perusahaan yang terkait dengan militer.

Dalam laporan yang dirilis Senin (5/8/2019), dan dikutip VOA, PBB juga menyerukan pada masyarakat internasional untuk memutuskan hubungan dengan puluhan perusahaan yang terkait militer di Myanmar, karena perusahaan-perusahaan itu mungkin terlibat dalam kejahatan internasional.

Sejumlah perusahaan yang dijalankan militer, termasuk dua konglomerat besar, Myanmar Economic Holdings dan Myanmar Economic Corporation, telah memberikan dukungan keuangan bagi operasi militer, termasuk penumpasan terhadap warga Muslim Rohingya.

Laporan PBB juga menambahkan, sedikitnya 15 perusahaan asing punya perusahaan gabungan dengan militer Myanmar, dan 44 lainnya punya berbagai hubungan komersial. PBB tidak mengatakan perusahaan itu melanggar hukum, tapi hubungannya dengan militer berpotensi “menyumbang pada terjadinya pelanggaran HAM.”

Berdasarkan data yang ada, 14 perusahaan telah menjual senjata ke Myanmar sejak 2016 dan menyerukan dilancarkannya embargo penjualan senjata terhadap negara itu.

- Advertisement -