Pedagang Sapi “Kurban” Camat

109 views
Lapak pedagang sapi di pinggir jalan, ada juga yang jadi kurban birokrat "preman".
- Advertisement -

SETELAH ada KPK, semua bentuk gratifikasi pada pejabat negara dilarang keras, kecuali doa. Sebab tak seorang pun umat yang bebas (menerima) dari doa seseorang, baik doa baik mapun yang jelek. Tapi Camat Matraman Jakarta Timur, agaknya lupa seruan KPK, sehingga lapak pedagang sapi di daerah Utan Kayu dimintai seekor sapi. Bang Adin si pedagang sapi tak mau memberinya, bahkan lapor Gubernur Anies Baswedan. Akibatnya, sementara ummat lain berlomba korban sapi dan kambing untuk sambut Idul Adha 1440 H, Bang Adin justru “kurban” kan Camat Matraman, Bambang Eko. Dia dipecat Gubernur gara-gara dilaporkan Bang Adin.

Untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, KPK tak sekedar tangkapi pejabat penilep uang negara. Tapi karena jenis korupsi itu macam-macam, gratifikasi pada pejabat negara juga termasuk bagian dari korupsi. Boleh saja berkelit dengan istilah bisyaroh (tanda terima kasih), tapi jika jumlahnya ora umum, pasti bakal jadi incaran KPK. Lihat nasib seorang Kakanwil Kemenag Jatim, dia menjabat hanya seumur jagung gara-gara memberi bisyaroh Rp 250 juta pada Ketum PPP Romahurmuziy.

Lebaran Haji 1440 H tinggal beberapa hari lagi. Demi tuntunan Nabi Ibrahim AS kini orang berlomba besar-besaran sapi atau kambing yang dijadikan korban. Ada yang mampu beli sapi seberat 1 ton dengan harga Rp 80 juta, ada yang gotong royong satu sapi didukug 7 orang peserta kurban.

Yang tidak mampu berkurban karena keterbatasan ekonomi, cukup korban perasaan di rumah bila nanti saat pembagian daging kurban tak terima jatah dari mesjid terdekat. Tapi begitulah fenomena di seputar Lebaran Haji. Ada yang panen kulit kambing dan sapi, ada pula yang terkena stroke gara-gara kebanyakan makan daging kambing.

- Advertisement -