Sumbu Mesiu Siap Dipantik di Kashmir

38 views
Tentara India sedang berjaga-jaga di wilayah Jammu-Kashmir yang dikuasainya. Pakistan dan India di ambang perang terbuka akibat keputusan sepihak India menurunkan status wilayah sengketa yang dikuasainya itu dari negara bagian khusus menjadi wilayah biasa (6/8).
- Advertisement -

KETEGANGAN di wilayah sengketa Jammu-Kashmir, India pada hari-hari terakhir ini sangat rentan dan mengarah ke eskalasi pecahnya konflik militer terbuka dengan seteru bebuyutannya, Pakistan.

Pasukan India dilaporkan telah menangkap 500 penduduk Kashmir yang diduga aktivis pro-Pakistan, memutuskan saluran komunikasi, baik telpon mau pun internet secara total dan memberlakukan jam malam.

Akibatnya, belum diketahui reaksi sekitar tujuh juta penduduk di wilayah itu yang mayoritas pemeluk Islam di tengah sekitar 1, 05 milyar lebih (78,8 persen) dari total 1,35 milyar penduduk India di wilayah-wilayah lainnya yang memeluk Hindu.

Eskalasi ketegangan sendiri terjadi pasca keputusan PM India Narendra Modi yang mencabut status khusus wilayah Jammu-Kashmir dan menurunkannya menjadi status tingkat wilayah biasa, Selasa (6/8) lalu.

Untuk menghadapi kemungkinan pembangkangan atau aksi massa, pemerintah India juga menurunkan puluhan ribu anggota tentaranya ke Jammu-Kashmir.

Organisasi kemanusiaan setempat melaporkan, sekitar 560 aktivis, professor dan pebisnis telah ditangkap oeh pasukan India yang melakukan operasi pada malam hari dan menjebloskan mereka ke kam tahanan di Srinagar, Baramulla dan Gurez.

Sementara itu, pemerintah Pakistan merespons aksi sepihak India dengan menurunkan level hubungan diplomatiknya dengan negara tetangga, sekaligus seterunya dengan mengusir dubes India di Pakistan.

Selain menghentikan pengoperasian KA Persahabatan (Friendship Express Train) menuju dan dari wilayah India, Pakistan juga berencana mengadukan aksi sepihak India atas wilayah Jammu – Kashmir yang masih dalam sengketa itu ke Mahkamah Internasional. “Kashmir telah diubah oleh India menjadi penjara terebar di dunia, “ ujarnya.

Sebaliknya, India menyesalkan langkah yang diambil Pakistan karena dianggap mencampuri urusan dalam negeri India dan berharap saluran diplomatik antara kedua tetap dibuka.
India dan Pakistan sudah terlibat perang paling tidak tiga kali terkait isu Kashmir (1947, 1965 1999) dan insiden-insiden sporadis sejak 1984 untuk memperebutkan wilayah Gletser Siachen.

- Advertisement -