Trump Marah Sejumlah Negara Berlakukan Peringatan Perjalanan ke AS

7.519 views
- Advertisement -

WASHINIGTON DC – Presiden AS mengaku keberatan dengan keputusan beberapa negara untuk melarang warganya bepergian ke negaranya, setelah adanya kasus penembakan di sejumlah wilayah.

Sebelumnya, selama bertahun-tahun, Amerika mengeluarkan imbauan dan peringatan bagi calon pelancong mengenai negara-negara yang dilanda teror atau konflik bersenjata.

Tetapi sekarang, Amnesty International, Jepang, Uruguay dan negara-negara lain memperingatkan bahaya bepergian ke AS, dengan mengutip kekerasan senjata.

Serangkaian penembakan massal dalam minggu-minggu terakhir di Garlic Festival di California, Walmart di El Paso, dan Dayton, Ohio membuat warga Amerika resah.

“Ya, saya tidak bisa membayangkannya tetapi jika mereka melakukan itu, kita akan membalas. Kita adalah negara akan segera membalas jika saya memimpin. Ketika seseorang melakukan hal negatif kepada kita sebagai negara, kami juga akan melakukan hal yang setimpal terhadap mereka,” ungkap Trump,  dilaporkan wartawan  VOA Cindy Saine.

Sementara  Amnesty mengatakan alasan larangan pergi ke AS,  “Sejauh ini dimana semua aspek kehidupan di Amerika Serikat telah terganggu akibat kemudahan akses ke senjata.”

Ernest Coverson dari Amnesty International mengatakan, “Bahwa orang-orang ke gereja, seperti di South Carolina Selatan menghadiri kebaktian dan belajar Alkitab – berakhir dengan warga ditembak dan tewas. Sebagaimana yang kita saksikan minggu lalu atau minggu sebelumnya di Garlic Festival yang merupakan acara tahunan biasa, orang-orang pergi bersenang-senang dan menghabiskan waktu bersama keluarga, hiburan seperti itu telah rusak dan kini bukan lagi tempat yang bisa dikunjungi warga, demikian juga halnya kalau berbelanja ke Walmart. ”

Pakar lainnya mengacu pada Amandemen Kedua Konstitusi AS, yang mengatakan AS unik dalam hal menjamin hak untuk memiliki senjata api.

Amy Swearer dari Heritage Foundation mengatakan, “Terkadang sulit bagi komunitas internasional untuk memahami betapa berbedanya percakapan di Amerika karena Amandemen Kedua ini dan karena sejarah panjang kepemilikan senjata oleh warga sipil.”

- Advertisement -