Hong Kong Kisruh

51 views
Para calon penumpang pesawat kesulitan menuju ruang keberangkatan Bandara Hong Kong yang dipadati ribuan pengunjuk rasa sejak Senin (12/8). Tuntutan pendemo yang semula menolak pengesahan RUU Ekstradisi, beralih mendesak pengunduran diri penguasa Hong Kong Carrie Lam yang pro Beijing.
- Advertisement -

AKSI-AKSI massa semakin sulit dikendalikan, bahkan ribuan pengunjukrasa praktis melumpuhkan Bandara Int’l Hong Kong dan memaksa otoritas bandara membatalkan seluruh penerbangan.

Senin pagi (12/8), paling tidak 200 penerbangan dibatalkan, sedangkan Selasa pagi, aktivitas take-off dan landing pesawat masih dilayani, namun kehadiran ribuan pendemo kemudian memaksa otoritas bandara membatalkan seluruh penerbangan.

Ribuan massa menggunakan troli-troli bagasi di bandara untuk memblokade menuju ruang keberangkatan pesawat. Tidak diketahui jumlah korban yang jatuh dalam aksi massa melawan aparat yang saat itu bertubi-tubi melontarkan tabung gas gas air mata.

Hong Kong, salah satu destinasi wisata favorit dunia sedang bergerak ke arah situasi paling rawan akibat eskalasi aksi-aksi unjuk massa yang semula untuk menentang usulan pengesahan perubahan UU Ekstradisi, kemudian beralih untuk menggulingkan Ketua Eksekutif Carrie Lam.

Rancangan perubahan UU Ekstradisi usulan Lam memuat pasal yang memungkinkan tersangka diadili di Taiwan, Makau atau China daratan sehingga ditolak mayoritas warga karena dikhawatirkan akan digunakan oleh otoritas China untuk memberangus lawan-lawannya.

Lam (62), politisi gaek perempuan yang dikenal piawai dan cermat di bidang administrasi itu orientasi politiknya dinilai condong ke Beijing.

Diangkat menjadi kepala eksekutif Hong Kong, Maret 2017, Lam bukan lah pilihan publik, tetapi ditetapkan oleh komite dengan 1.194 anggota yang didominasi para politisi pro-Beijing dimana pembentukannya (pada 2014) juga memicu aksi massa.

Dikecam PBB
Tindakan aparat keamanan otoritas wilayah administrasi khusus China terhadap pendemo, Selasa (13/8) juga mengundang kecaman dari Ketua HAM PBB Michele Bachelet.

Bachelet mengingatkan, penembakan tabung gas air mata langsung ke titik keramaian massa, apalagi di ruang tertutup dan dilakukan berulang kali bisa mengakibatkan risiko kematian atau cedera serius.

- Advertisement -