Kurban Atau Akikah?

71 views
Koki hotel Borobudur sibuk mempersiapkan 800 porsi daging korban olahan siap santap.
- Advertisement -

GUBERNUR Anies Baswedan memang terkenal akan ide-ide besar nan spektakular. Awal menjabat berani tutup jalan raya Jatibaru demi keberpihakannya pada pedagang. Pernah juga mengantisipasi bau Kali Item dengan waring, kemudian bikin monumen bambu “Getah Getih” berbiaya Rp 550 juta. Dan pada Idul Adha 1440 H ini bikin kejutan baru, para mustahik (penerima daging kurban) di DKI, sebagian diberikan dalam bentuk olahan. Karena wujudnya masakan daging dalam kardus lengkap dengan nasinya, sayur-mayur dan minumannya, maka penerima ada yang bilang ini daging kurban atau akikah massal?

Yang namanya daging kurban, di mana pun lazimnya diberikan dalam bentuk mentahan. Para mustahik berebut menerima jatah daging kurban dengan modal kupon. Ada juga yang pengurus mesjidnya berbaik hati dengan mengantarkan daging kurban itu dari rumah ke rumah. Ada juga saking baiknya panitia, meski tak bawa kupon diberi juga. Mudah-mudahan saja mereka ini mustahik yang butuh, bukan sengaja antri lagi untuk dijual lagi. Ini namanya mustahik yang mau cari duwik!

Gubernur Anies Baswedan memang suka bikin kejutan, jika tak mau disebut bikin program yang aneh-aneh. Dulu menyambut Asian Games 2018 di Jakarta, dibangunlah monumen bambu “Getah Getih” senilai Rp 550 juta. Warga kota banyak yang mempertanyakan, dana sebegitu banyak hanya dihambur-hamburkan untuk monumen darurat yang usianya tak sampai setahun.

Pada Idul Adha 1440 H kemarin Pemprov DKI mengumpulkan hewan  kurban berupa 189 ekor sapi, 306 kambing, dan satu ekor kerbau. Dagingnya tak hanya dibagikan dalam bentuk mentahan, tapi ada juga yang dalam bentuk olahan. Penerima tak perlu lagi memasak, tinggal modal mulut langsung bisa disantap, sebab lengkap dengan nasi dan sayur mayur, tentu saja termasuk segelas air mineral sebagai penggelontor.

- Advertisement -