Potensi Gempa dan Tsunami di Banten Tinggi, Warga Dilatih Tanggap Bencana

368 views
Kerusakan tsunami di Serang/ Tempo.co
- Advertisement -

BANTEN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan meski potensi besar tsunami dan gempa mengancam wilayah Provinsi Banten, masyarakat setempat dianggap tidak menguasai strategi menghindarinya, bahkan cenderung menyerah pada nasib.

Karenanya, untuk mempersiapkan warga menghadapi ancaman bencana gempa bumi dan tsunami, BNPB melakukan kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) di 512 desa rawan bencana, mulai dari Banyuwangi hingga Serang selama sebulan terakhir.

Deputi Pencegahan, BNPB, Lilik Kurniawan, mengatakan umumnya warga belum siap menghadapi bencana tsunami, dilihat dari segi tata ruang juga faktor sosial.

Sebelumnya, BNPB berencana untuk berkeliling ke 584 desa di sepanjang Pantai Selatan Jawa, yang dihuni lebih dari 600.000 jiwa, namun jumlah tersebut tidak tercapai karena sulitnya akses ke puluhan desa.

Di Selatan Jawa, kata Lilik, sejumlah jalur evakuasi tsunami berada sejajar dengan pantai, sehingga warga tidak dapat berlari ke tempat yang lebih tinggi.

Ada pula desa yang sudah memiliki jalur evakuasi, tapi belum efektif karena keterbatasan dana.

“Jalur evakuasi ada tapi harus lewat sungai, tapi jembatan tidak ada. Mereka tidak punya kemampuan untuk membangun jembatan,” ujar Lilik, dikutip BBC Indonesia, Jumat (16/8/2019).

Selain itu, beberapa daerah wisata pantai juga belum memasang tanda-tanda informasi mengenai tsunami.

Dari sisi sosial, Lilik mengamati bahwa warga yang tinggal di daerah yang pernah diterjang gempa dan tsunami, dalam periode waktu beberapa tahun belakangan ini, sudah memiliki kesiapan yang cukup baik.

Namun, kesiagaan itu tidak didapati di beberapa daerah lain. “Daerah-daerah lain yang belum pernah ada tsunami, mereka masih gagap. Mereka masih belum paham (cara evakuasi diri),” ujar Lilik.

- Advertisement -