Remaja Palestina Tewas Setelah Serang Polisi Israel

627 views
Ilustrasi Polisi Israel melarang pria di bawah 50 tahun masuk Al Aqsha. Foto: Anadolu
- Advertisement -

YERUSALEM – Seorang remaja Palestina telah ditembak mati dan seorang lainnya terluka parah setelah mereka menyerang seorang polisi Israel di Kota Tua Yerusalem Timur yang diduduki.

Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi pada hari Kamis (15/8/2019) bahwa satu warga Palestina telah terbunuh.

Rumah sakit Israel Shaare Tzedek mengatakan kobanr yang terluka berada dalam kondisi kritis. Polisi mengatakan mereka berdua di bawah umur, menambahkan bahwa petugas itu mengalami luka sedang.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, seperti dilansir Aljazeera,  seorang penjaga dari Wakaf Islam, yang mengelola kompleks di dekatnya, juga ditembak dan dipindahkan ke rumah sakit di Yerusalem Timur, menurut kantor berita Wafa.

Insiden itu terjadi beberapa hari setelah polisi Israel bentrok dengan jamaah Muslim di situs suci, ketika liburan Yahudi dan Muslim tumpang tindih.

Peristiwa tersebut terjadi pada Idul Adha dan ribuan orang Palestina berdoa di Al-Aqsa, yang juga merupakan hari libur Yahudi Tisha B’av, yang menyebabkan peningkatan kunjungan oleh para nasionalis agama Yahudi ke situs tersebut.

Polisi pada awalnya melarang kunjungan orang Yahudi ke situs tersebut pada hari Minggu, tetapi umat Muslim khawatir mereka akan diizinkan masuk dan memprotes di sana, yang mengarah ke bentrokan dengan polisi.

Kompleks ini adalah situs tersuci ketiga dalam Islam dan tersuci dalam Yudaisme dan merupakan salah satu situs paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam perang 1967 dan kemudian menganeksasi bagian timur kota itu dalam suatu tindakan yang belum diakui oleh masyarakat internasional.

Palestina ingin Yerusalem Timur menjadi ibukota negara masa depan, sementara Israel melihat seluruh kota sebagai ibukotanya.

- Advertisement -