Sederet Fakta Koko Gagal jadi Paskibraka

515 views
- Advertisement -

Jakarta – Setelah viral di media sosial, banyak warganet yang menaruh simpati pada Koko pemuda asal Labuhan Batu, Sumatera Utara yang gagal jadi Paskibraka pada upacara HUT ke-74 RI. Berikut lima fakta pasca gagalnya Koko menjadi Paskibraka seperti dilansir Kumparan (16/8):

1. Video Koko menangis beredar di media sosial
Video pengakuannya Koko gagal menjadi anggota Paskibraka tersebar di media sosial. Koko menuding ada anak pejabat yang lebih diutamakan tanpa seleksi. Padahal, Koko mengaku sudah menjahit seragamnya dengan modal pinjaman yang didapat ibu.

2. Kadispora sebut Koko berstatus cadangan
Kadispora Pemkab Labuhan Batu, Ade Huzaini, menyebut, Koko tetap merupakan anggota Paskibraka Labuhan Batu. Akan tetapi, Koko berstatus cadangan.

“Tidak benar isu yang beredar. Koko tetap jadi anggota Paskibraka walaupun statusnya cadangan,” ujar Ade kepada kumparan.

3. Pemkab bantah pengakuan Koko
Sekda Labuhan Batu Muflih membantah pengakuan Koko. Ia mengatakan, Koko gagal jadi anggota Paskibraka lantaran ada anggota lain yang gagal di tingkat Provinsi Sumatera Utara ditarik kembali ke kabupaten.

“Itu tidak benar. Enggak ada anak pejabat yang diutamakan. Sebenarnya ada anggota Paskibraka dari Labuhan Batu, dua orang maju ke tingkat provinsi. Ternyata 1 di antaranya gagal sehingga ditarik ke Labuhan lagi,” imbuhnya.

4. Kapolres tawari beasiswa
Kapolres Labuhan Batu AKBP Frido Situmorang menawarkan beasiswa pendidikan.

“Saya juga tawarkan untuk biaya uang sekolahnya selama 1 tahun,” ujar Frido.

Selain itu, ia menawarkan Koko menjadi petugas pengibar bendera Merah Putih di Mapolres Labuhan Batu saat upacara kemerdekaan 17 Agustus.

5. Koko diundang Menpora

Tak hanya itu, Frido mengungkapkan Koko diundang bertemu Menpora Imam Nahrawi di Jakarta. Koko bahkan sempat video call dengan Menpora.

- Advertisement -