Berani kah China Serbu Hong Kong?

601 views
- Advertisement -

Lagi pula, aksi militer tentu bakal menuai reaksi keras berbagai pihak sehingga pada gilirannya bakal merusak reputasi negara tirai bambu itu yang sedang berupaya membangun hegemoni.

Pengamat Institut Studi Strategis Internasional (IISS) berbasis di Singapura, Alexande Neil juga menilai, pengerahan dan latihan milter China di Shenzen hanya lah propaganda atau sekedar gertakan terhadap pendemo.

Semakin tingginya tekanan publik, tercermin dari pengunduran diri boss Cathay Pasific, maskapai penerbangan bereputasi internasional Hong Kong, Ruppert Hogg setelah dikecam pemerintah China karena karyawannya terlibat aksi unjuk rasa.

Kemlu AS menyampaikan keprihatinan atas kehadiran satuan paramiliter China di Shenzen, sedangkan Presiden AS Donald Trump meminta otoritas Beijing menangani demonstran dengan manusiawi.

Yang sedikit melegakan, media-media di daratan China meyakinkan publik, pemerintah China tidak akan mengulangi tragedi Tinanmen 30 lalu dimana tentara memberangus aksi unjukrasa dengan kekerasan sehingga menimbulkan korban jiwa yang sampai kini juga tidak diketahui jumlahnya.

Di penghujung pekan, Sabtu (17/8) pendemo tetap melakukan aksinya di pusat kota Hong Kong walau di tengah guyuran hujan.

Rakyat Hong Kong dan dunia cemas mengamati langkah apa yang akan diambil China selanjutnya.(AP/AFP/ns)

- Advertisement -