HUT KE 74 di Masjid Merah Putih, Al Istiqomah DD, Ronting Manggarai Timur, Flores.

13.238 views
MASJID INDAH - Masjid Al Istiqamah, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur terlihat indah di tepi pantai. Masjid ini direstorasi oleh Dompet Dhuafa dan akan menjadi Islamic Center di pulau ini. Foto: Dedi Fadlil
- Advertisement -

Banyak cara untuk memaknai hari bersejarah, apalagi HUT kemerdekaan RI.

Peringatan detik – detik proklamasi 17 Agustus 1945 di Masjid Merah Putih Al Istiqomah DD, Ronting, Manggarai Timur Flores berjalan khidmat dan khas ditandai dengan upacara bendera, pembacaan naskah Proklamasi, Pembukaan UUD 1945, peresmian Masjid Merah Putih, aksi layanan kesehatan cuma-cuma dan penanaman pohon. Sesudah itu semua peserta upacara serta anggota masyarakat lainnya makan bersama, menyantap daging sapi hasil peternakan Dompet Dhuafa yang dikelola masyarakat Ronting.

Upacara berlangsung pukul 08.00 WITA diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari pelajar tsanawiyah, aliyah, tokoh adat, tokoh masyarakat dan anggota masyarakat lainnya.
Masjid berkubah merah putih itu dibangun kembali oleh Yayasan Dompet Dhuafa sejak 7 Agustus 2017, dalam ukuran yang lebih besar dan megah dari masjid yang semula pembangunannya dirintis oleh Tuan Guru Amajena pada tahun 1942.

Masyarakat muslim Ronting yang umumnya nelayan, hari itu tidak melaut untuk menghormati dan memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 74.

Malam menjelang 17 Agustus masyarakat Ronting mengadakan syukuran di Masjid Al Istiqomah DD dibawah pimpinan KH Ahmad Shonhaji selaku Direktur Dakwah dan Layanan Masyarakat, dilanjutkan tausiyah tentang pembwrdayasn masyarakat oleh Imam Rulyawan, Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.
Menjelang fajar menyingsing hari kemerdekaan ke 74, KH Ahmad Shonhaji kembali mengadakan pengajian membahas Surat Al Alaq tentang membaca fenomena alam.

Pada pelaksanaan upacara bendera, Inspektur upacara Parni Hadi, inisiator dan Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika dalam pidatonya menyampaikan bahwa bangsa Indonesia masih harus terus berjuang untuk menghapuskan segala bentuk penjajahan kemiskinan di Indonesia. Untuk itu ia menekankan pentingnya bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas dalam upaya membebaskan kaum dhuafa dari kemiskinan.

- Advertisement -