Penjual Buku Kwitang, Sanggup Beli Rumah dan Kuliahi Anak

246 views
- Advertisement -

JAKARTA – Laki-laki tua berkemeja tampak santai duduk di samping buku-buku bekas yang ditumpuk di depan rolling door ruko di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Ialah Agus Darmanto, penjual buku yang tengah menunggu pelanggan sambil menggunting kuku.

Agus bercerita, dirinya telah menggeluti jualan buku selama sepuluh tahun di Kwitang. Sebelumnya, pria berusia 70 tahun ini bekerja menjadi sekuriti di kawasan yang sama. Semenjak pensiun, ia kemudian beralih profesi menjadi pedagang buku bekas.

“Saya bosen di rumah dibanding saya sakit-sakitan. Mending saya jualan,” ucapnya seperti dilansir Kompas (4/9).

Bermodal nekat dan berbekal pengetahuan tentang buku Agus menyambung hidup dengan buku. Saat menjadi satpam pun, ia sering datang ke toko buku di sekitar kantornya untuk membaca.

“Saat jadi satpam sering liat orang-orang beli buku, kayak apa aja yang sering dicari saya tahu. Terus sesekali kalau istirahat saya suka numpang baca buku. Nah karena tertarik makanya saya buka usaha buku,” ujar Agus.

Awalnya, Agus hanya menjual sejumlah buku yang ia bawa di dalam tas. Buku tersebut kemudiam ia pajang di pinggir jalan. Setelah berkembang, ia memiliki toko sendiri untuk menyimpan buku-bukunya. Menurut Agus dulu ia memiliki banyak pelanggan. Ia mengaku sampai tak memiliki waktu untuk bersantai setiap hari. Dari pagi hingga sore, tokonya ramai didatangi pelanggan. Warga Bojongede ini mengaku, dari penjualan buku ia dapat membeli rumah untuk keluarganya. Sebelumnya, Agus dan keluarga tinggal di rumah kontrakan.

“Sekarang saya udah punya rumah, waktu itu saya beli Rp 160 juta. Sekarang Alhamdulilah udah ada kamarnya empat di rumah,” kata Agus.

Bahkan, ia sanggu membiayai kuliah anak-anaknya dari hasil jualan buku. Dua anaknya telah menyelesaikan kuliah, sementara anak terakhirnya telah lulus SMK dan bekerja. Agus merasa, kini minat baca masyarakat jauh berbeda dibanding dulu.

- Advertisement -