Otoritas Hong Kong dan China (sementara) Takluk

226 views
Gelombang aksi unjukrasa yang digelar di Hong Kong sejak Juni lalu diharapkan berhenti setelah penguasa Hong Kong Carrie Lam akhirnya mencabut RUU Ekstradisi yang dituntut publik.
- Advertisement -

PEMIMPIN Hong Kong Carrie Lam akhirnya takluk pada tuntutan publik, mencabut RUU Ekstradisi setelah gelombang aksi unjuk rasa tanpa henti di wilayah bekas koloni Inggeris itu sejak Juni lalu.

“Vox populi vox dei” atau “suara rakyat adalah suara tuhan” ungkap pameo lama yang bisa dianalogkan dengan kejadian di Hong Kong dimana warga setempat mampu membatalkan kebijakan otoritas setempat yang didukung oleh rezim raksasa China daratan.

RUU ekstradisi yang diajukan nenek Lam (62), Ketua Eksekutif Hong Kong sejak Juli 2017 yang dikenal pro-China ditolak oleh mayoritas dari total sekitar 7,4 juta penduduk Hong Kong memuat pasal-pasal yang memungkinkan ekstradisi pelaku kriminil ke China daratan.

Aksi-aksi demo sejak Maret lalu yang menimbulkan kerugian ekonomi di pusat perbankan dan keuangan serta salah satu destinasi wisata kesohor dunia itu berkembang menjadi perusakan, okupasi bandara dan bergeser ke upaya melengserkan Lam.

Penguasa Beijing sendiri masih mencoba menahan diri dan agaknya hanya “memberikan peringatan dari jauh” dengan mempublikasikan kesiapan unit-unit para militer di wilayah tetangga Hong Kong di provinsi Shenzen.

Kehati-hatian Beijing bis dipahami, karena intervensi ke Hong Kong, walau bagian wilayahnya yang diberlakukan “satu pemerintah, dua sistem” bisa memicu eksodus besar-besaran warga dan juga menghapus wilayah itu sebagai pusat keuangan dan perbankan dunia.

Media resmi Cina daratan menyebutkan, keputusan Lam mencabut RUU ekstradisi membuat tidak ada alasan lagi bagi massa untuk melakukan aksi unjuk rasa. Sekitar 1.000 orang ditahan terkait aksi-aksi tersebut.

Harian pro pemerintah, China Daily dalam editorialnya seperti dikutip Reuters, menyebutkan, pencabutan RUU yang dituntut warga Hong Kong merupakan “ranting zaitun” atau uluran tangan damai untuk mengakhiri krisis di wilayah itu.

- Advertisement -