ANOMAN OBONG (III)

601 views
Prabu Dasamuka marah, karena dikuliahi Anoman. Saking emosinya, Anoman diperintahkan untuk dibakar di alun-alun.
- Advertisement -

SEBAGAIMANA Anoman, Prabu Dasamuka juga penasaran sekali seperti apa sih sosok maling yang tengah malam menyatroni Taman Argasoka. Pastilah dia pencuri yang bosan hidup, sebab penjagaan di taman keputren tersebut ketat sekali. Jangankan wayang lain, sedangkan Prabu Dasamuka sendiri jika mau ketemu Dewi Sinta harus melalui pintu detektor. Pernah sekali waktu pintu detektor itu bunyi saat dilewati Prabu Dasamuka. Begitu digeledah Satpam, ternyata obeng mini untuk pengencang kacamata. Raja Ngalengka ini memang selalu bawa kacamata baca.

“Hai Satpam, gila kamu ya? Masak topeng monyet kamu bawa ke sini? Apa-apaan ini. Sudah, sudah……kamu kirim ke bonbin Ragunan sana.!” Sergah Prabu Dasamuka marah sekali.

“Bukan, paduka. Memang begitu wujudnya, tapi dia kera yang bisa ngomong. Coba saja paduka bertanya langsung, pasti mau jawab dia.” kata Satpam meyakinkan bos.

Prabu Dasamuka memang cukup kaget dibuatnya. Maling bentuknya kera besar, jenis baboon. Dia berpakaian lengkap. Di depan Prabu Dasamuka tak mau duduk nglekor di lantai. Tetap saja berdiri. Begitu borgol dibuka, kedua tangannya langsung masuk saku celana dengan gayanya yang pongah. Mengingatkan pada Rocky Gerung langganan ILC di TV One.

“Siapa namamu, bangsat!” dampratan perdana pada si maling berwujud kera.

“Lihat saja di Google, ketik saja  “sapukawat pancawati” akan tahu siapa gua…” jawab Anoman sambil mendesis, kedua tangannya terus dalam sakunya.

Prabu Dasamuka segera ambil kacamata dan buka HP androidnya barang sebentar, untuk melacak di Google. Habis itu tertawa terkekeh-kekeh, ternyata rupanya ini yang bernama Raden Anoman alias Ramandayapati, panglima pasukan kera di Pancawati. Penampilannya sederhana. Mobil dinasnya bukan sedan  Toyota Camry super salon, cukup pikup Esemka made in Boyolali, yang OTR hanya Rp 150 juta.

- Advertisement -