Dompet Dhuafa Gelar Diskusi RUU Pertanahan dalam perspektif penguatan Wakaf

573 views
- Advertisement -

JAKARTA (KBK) – Pro kontra terhadap Rancangan Undang-Undang Pertanahan yang di targetkan rampung dalam waktu dekat menimbulkan perhatian dari berbagai kalangan. Direktur Eksekutif ICEL Hendri Subagyo dalam diskusi tersebut menyebutkan beberapa diskursus muncul dalam rancangan UU tersebut yakni terkait aspek kelembagaan, penegakan dan kepastian hukum pertanahan yang masih belum jelas.

Selain itu tambah Hendri akuntabilitas, dan keraguan masyarakat juga menjadi ganjalan tersendiri bahwa RUU ini dapat menjawab kompleksitas konflik pertanahan yang ada.

“Kami menolak RUU Pertanahan ini karena ada beberapa catatan,” ungkap Hendri dalam paparannya (12/9).

Dewan Syariah Dompet Dhuafa Prof Dr M Amin Suma mengatakan melihat fenomena di atas Dompet Dhuafa merasa penting untuk mengangkat isu ini ke dalam masa depan wakaf dalam RUU Pertanahan bila di tinjauan hukum, fiqih dan kesejahteraan.

Pasalnya dalam beberapa hal, RUU Pertanahan dinilai “mundur” dalam hal memberikan kepastian hukum atas perlindungan aset dan properti keagamaan seperti halnya wakaf jika dibandingkan regulasi yang pernah ada sebelumnya. Data Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pada Februari 2019, bahwa potensi wakaf dapat dilihat dari jumlah wakaf tidak bergerak berupa tanah yang terdata sekitar 4,9 miliar meter persegi, yang tersebar di 355.111 titik lokasi. Sementara potensi wakaf uang, mencapai Rp 180 triliun.

Dalam draft RUU Pertanahan tersebut telah di atur bahwa “ Perwakafan tanah dan lembaga sejenis menurut ajaran agama yang di anut masyarakat Indonesia dilindungi keberadaannya” namun demikian pasal yang diatur masih sangat umum dan normatif. Dalam rangka memberikan kesadaran ditengah-tengah masyarakat bahwa besarnya potensi wakaf yang ada di Indonesia, Dompet Dhuafa memiliki peran penting untuk mengembangkan potensi wakaf dalam rangka menunjang kesejahteraan masyarakat, namun juga dapat di lindungi dalam aspek hukum serta regulasi kebijakan sehingga dapat memberikan kepastian.

- Advertisement -