Korban Gempa Palu Protes Banyak Warga Tak Terdaftar Terima Jaminan Hidup

271 views
Lebih 1.200 korban tewas dan sekitar 660.000 bangunan luluh-lantak diterjang gempa disusul tsunami di Palu dan Donggala (28/9). Tindakan mitigasi untuk mengurangi risiko korban jiwa dan harta benda mutlak dilakukan.
- Advertisement -

PALU – Ratusan korban gempa di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah mendesak pemerintah kota setempat untuk melakukan pendataan kembali penerima jaminan hidup (Jadup).

Sekjen Pasigala Centre M Khadafi Badjerey, yang mendampingi korban gempa, mengatakan  yang menjadi tuntutan ialah menghentikan sementara pencairan jaminan hidup untuk korban gempa Kelurahan Palupi, dikarenakan banyak warga yang tidak terdaftar sebagai penerima Jadup.

Penghentian sementara pencairan jadup bagi korban, merupakan permintaan dari ratusan gempa Kelurahan Palupi, untuk mencegah terjadinya bencana sosial yang besar, pascabencana gempa.

Sebab, pencairan data jaminan hidup bisa menimbulkan pertanyaan dan protes korban yang tidak terdaftar sebagai penerima.

Beruntung, perwakilan korban gempa Palupi diterima langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Palu, Sidik, di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan itu, korban meminta kepada Dinas Sosial untuk membuka dan memperlihatkan data penerima Jadup untuk Kelurahan Palupi. Berdasarkan data yang ada di Dinas Sosial yang berasal dari Kelurahan Palupi, korban yang terdaftar hanya 21 kepala keluarga.

Korban komplain dengan data tersebut. Karena, terdapat 1.250 kepala keluarga yang tidak terdaftar sebagai penerima Jadup untuk kelurahan itu.

Atas komplain korban, Dinas Sosial Palu kemudian menyetujui usulan korban melakukan penundaan pencairan Jadup.

“Jadi, salah satu poin kesepakatannya ialah dalam waktu dekat Pemerintah Kelurahan Palupi bersama warga termasuk RT, RW dan Dinas Sosial duduk kembali merampungkan data-data korban yang belum masuk sebagai penerima Jadup,” ujar M Khadafi Badjerey, dilansir Antara.

- Advertisement -