HARJUNA CATUR (I)

462 views
Burisrawa malah diomeli Prabu Baladewa, lelaki kok takut perempuan.
- Advertisement -

SEBAGAI satriya lelananging jagad, bini Harjuna lebih dari tiga; mengalahkan Lora Fadil anggota DPR yang ketiduran saat sidang paripurna di Senayan. Demikian banyak bini ksatria Madukara ini, hanya Sumbadra-Srikandi yang disandhing (ikut bersamanya) dalam satu rumah, yang lain di rumah masing-masing. Jika sekedar kangen bisa videocall lewat HP. Bila kangen multidimensi baru didatangi langsung sekalian sporing balansing dan amplas platina. Maklum, Harjuna masih pakai mesin lama!

Punya bini ombyokan, tentu resiko anggaran membengkak luar biasa. Beruntung, dari 100 istri Harjuna, 98 ditanggung oleh mertua masing-masing. Harjuna hanya kebagian tugas “nyetrom” belaka. Itupun tak cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari Sembadra-Srikandi dan Harjuna. Jaman sekarang, gaji Rp 10 juta bisa sampai di mana?

“Gaji sudah 5 tahun nggak naik-naik, padahal harga-harga terus membubung. Pusing gua, masak Harjuna harus ngojek online.” Kata Harjuna saat curhat pada punakawan Petruk Gareng dan Bagong.

“Ndara Harjuna gaji segitu masih mengeluh, bagaimana kami-kami yang hanya Rp 5 juta sebulan? Jika tak disambi jadi agen gas melon mana cukup?” jawab Petruk.

“Kalau mau cukup, jadi agen tunggal gas melon di Amarta, pasti kaya kamu.” Tambah Gareng.

“Oo, nggak berani saya. Mau melawan Betara Kala? Bisa diuntal malang nanti”.

Memang, di jagad perwayangan Betara Kala putra Betara Guru terkenal sebagai penyalur tunggal gas melon. Baik yang 12 Kg maupun yang 3 Kg (bersubsidi). Dulu semua wayang ngercapada masih menggunakan minyak tanah. Tapi kemudian SBG (Sanghyang Betara Guru) atas gagasan putranya yang bernama Betara Kala, bikin kebijakan nasional nan spektakuler. Baik wayang di bumi maupun di kahyangan harus menggunakan gas elpiji. Minyak tanah dihapuskan. Tapi gebleknya, yang jadi agen tunggal gas elpiji justru perusahaan milik Betara Kala sendiri.

- Advertisement -