India dan Bangladesh Sepakat Segera Pulangkan Pengungsi Rohingya

409 views
Etnis Rohingya dibantai dan dipersekusi oleh rezim militer Myanmar dan tidak diterima di Bangladesh. 700.000-an berteduh di kam pengungsian Cox's Bazar Bangladesh
- Advertisement -

DHAKA – India dan Bangladesh sepakat mempercepat proses repatiasi atau pemulangan pengungsi Rohingya ke Rakhine, Myanmar. Kesepakatan itu diambil setelah pertemuan pemimpin kedua negara di India, Sabtu (8/10/2019).

Hasina, Pemimpin Bangladesh sekarang berada di India dalam tur perdananya selama empat hari usai kembali terpilih sebagai perdana menteri untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Keduanya pemimpin sepakat mempercepat repatriasi pengungsi Rohingya yang “aman, cepat, dan berkelanjutan” ke Rakhine Myanmar

“Mereka [Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dan timpalannya dari India Narendra Modi] sepakat perlunya ‘upaya yang lebih besar’ memfasilitasi kembalinya [Rohingya],” mengutip pernyataan bersama kedua perdana menteri yang berisi 53 poin, seperti dilansir United News of Bangladesh.

Perdana Menteri India Modi menjamu Hasina di Rumah Hyderabad, New Delhi untuk pertama kalinya setelah terpilih untuk masa jabatan kedua berturut-turut.

Pernyataan bersama itu mencakup perbaikan situasi keamanan dan kondisi sosial ekonomi di Rakhine guna memulihkan kepercayaan Muslim Rohingya agar mau menjalani proses repatriasi.

Sebelumnya, upaya pemulangan Rohingya ke Myanmar selalu gagal karena perwakilan Rohingya enggan menjalani repatriasi tanpa hak kewarganegaraan, jaminan keselamatan, dan pembangunan pemukiman kembali di Rakhine.

Untuk repatriasi berkelanjutan Rohingya, India telah menyelesaikan proyek pertama membangun 250 rumah di Rakhine dan kini sedang bersiap untuk menjalankan proyek pembangunan sosial-ekonomi di Raknine.

Kelompok teraniaya

Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh tentara Myanmar.

Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga dibakar, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, menurut laporan OIDA yang berjudul ‘Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira’.

Sekitar 18.000 perempuan Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar sementara 113.000 lainnya dirusak.

- Advertisement -