AS Hengkang dari Suriah, Akibatnya?

816 views
Pasukan khusus Turki Bordo Beleriler (Baret Merah). Turki diuntungkan atas penarikan mundur pasukan AS dari Suriah, karena bakal leluasa menyerang kelompok separatis Kurdi yang beroperasi dari wilayah itu dengan dalih memerangi NIIS.
- Advertisement -

KEPUTUSAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik seluruh pasukannnya dari Suriah tentu bakal berdampak luas pada posisi perimbangan kekuatan militer di wilayah itu.

Dilaporkan, AS mulai menarik unit-unitnya dari wilayah Suriah di tapal batas Turki di lokasi operasi milisi minoritas dan separatis Kurdi yang berjuang mendirikan negara Kurdistan Raya di wilayah Turki.

Tentu saja penarikan pasukan AS dari wilayah itu membuat milisi Kurdi yang didukung dan dilatih AS untuk memerangi kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) menjadi ketar-ketir.

Sebaliknya, bagi Turki, hengkangnya pasukan AS merupakan kabar gembira, karena pasukannya bakal lebih leluasa menyerang milisi separatis Kurdi.

Kubu lain yang bersorak-sorai atas penarikan AS adalah pasukan loyalis rezim Presiden Suriah Bashar al Assad yang sudah bertempur sejak gelombang Musim Semi Arab pada 2011 melawan kubu perlawanan di bawah bendera Pasukan Demokratis Suriah (SDF).

Musim Semi atau gelombang demokratisasi yang melanda jazirah Arab pada 2011 ditandai ambruknya rezim diktator Libya di bawah Moammar Kadafy, penguasa Mesir, Tunisia dan Yaman serta rezim Presiden Hafez al-Assad, Suriah yang berkuasa lebih tiga dekade.

Sudah lebih 300 ribu orang tewas, sebagian besar warga sipil dan anak-anak, belum lagi terciptanya 3,6 juta pengungsi, sebagian berada di wilayah Turki, akibat perang berkepanjangan yang melibatkan banyak pihak dan kepentingan itu.

Pemain global, AS berada di belakang pasukan SDF melawan rezim Suriah, sekaligus mendukung milisi Kurdi dalam memerangi NIIS, sebaliknya Rusia mendukung rezim Bashar al-Assad, sedangkan pemain kawasan, Iran dan Turki berada di kubu Rusia.

Iran juga menggunakan wilayah Suriah untuk menempatkan milisinya guna menganggu Israel dengan serangan roket atau pesawat nirawak, sedangkan Turki berkepentingan memerangi milisi Kurdi yang beroperasi dari wilayah Suriah.

- Advertisement -