Menkopolhukam ditusuk, kok Bisa?

427 views
Detik-detik saat petugas berusaha menyelamatkan Menkopolhukam Wiranto setelah tiba-tiba ditusuk oleh SA, anggota JAD saat baru turun dari kendaraan menuju helipad di alun-alun Menes, Pandeglang, Kamis (10/10) pukul 11.50 siang
- Advertisement -

NYAWA Menkopolkam Wiranto masih terselamatkan walau perutnya terluka cukup parah akibat sabetan pisau SA saat turun dari kendaraan di alun-alun Kec. Menes, Kab. Pandeglang, Kamis siang (10/9).

“Masih untung, “ respons seperti sering dilontarkan khalayak sesuai filsafah bangsa kita saat tertimpa musibah atau petaka. Memang, kehadiran Wiranto sesuai jabatannya, amat penting di tengah ruwetnya situasi dan persoalan yang dihadapi bangsa dan negara saat ini.

Di pentas politik, baru saja terjadi eskalasi unjukrasa mahasiswa di berbagai kota menuntut pembatalan revisi UU KPK dan pengesahan RUU yang dinilai memuat pasal-pasal kontroversial lainnya.

Janji Presiden Jokowi menerbitkan Perppu memuat penundaan revisi UU belum dipenuhi, diduga akibat “tekanan” dari sana-sini, terutama dari parpol dan fraksi-fraksinya di DPR yang ngotot agar UU tetap diberlakukan walau publik menolaknya karena dinilai melemahkan KPK.

Kegentingan lain, baru saja terjadi aksi massa di berbagai kota di Papua dan Papua Barat (23/9) , terutama di Wamena yang berujung aksi vandalisme dan kekerasan, menewaskan 33 perantau dan melukai ratusan lainnya serta merusak ratusan bangunan dan kendaraan.

Terlebih lagi, pelantikan Jokowi untuk jabatan ke-2 sebagai pemenang pilpres 2019 akan digelar 20 Oktober yang juga menuntut kewaspadaan terutama aparat keamanan agar helat besar ini tidak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok pengacau.

Kembali ke kasus penusukan Wiranto. Bagaimana bisa, SA dan isterinya,anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bisa menerobos pengawalan hingga jarak amat dekat? Jika saja pelaku menggembol bom, tentu bakal lebih banyak lagi korban berjatuhan.

Aparat pengamanan memang harus “kaku”pada standar prosedur pengamanan, karena kelonggaran, sekecil apa pun bakal dijadikan peluang oleh teroris atau siapa pun yang berniat melakukan aksinya.

- Advertisement -