Tunjangan Lansia

456 views
Di Panti Wreda para Lansia diajak berolahraga senam pagi. Biar tua diharapkan masih rosa-rosa seperti Mbah Marijan.
- Advertisement -

KULU nafsin dzaikatul maut (setiap yang hidup akan mati), begitu Qur’an mendalilkan. Sebelum ajal tiba, ada proses dulu. Menjadi tua dulu, sakit-sakitan, baru malaikat Izroil menjemput. Tapi banyak juga yang potong kompas, tak menjadi tua dulu, tidak sakit-sakitan sebelumnya, tahu-tahu klepeg…..meninggal gara-gara serangan jantung atau kecelakaan. Semua merupakan takdir Allah Swt, dan manusia tak bisa melawan takdir.

Tapi yang meninggal di usia tua tak juga selalu berbahagia di ujung usianya. Banyak yang karena tekanan ekonomi, gara-gara waktu muda lupa segalanya, senenge dientek-entekake. Banyak pula yang dari muda hingga tuwa memang miskin melulu, gara-gara ditakdirkan “balung kere”.

Maka berbahagialah para lansia di Indonesia. Kakek-nenek 60 tahun ke atas yang tak punya pekerjaan dijamin hari tuanya oleh negara. Memenuhi janji kampanye tempo hari, Presiden Jokowi akan memberi tunjangan pada mereka sebanyak Rp 500.000 mulai tahun 2020. Enak betul ya, ongkang-ongkang kaki dapat uang. Bagaimana dengan lansia yang ditanggung oleh keluarganya?

Kecuali yang mati muda, menjadi kakek nenek adalah keniscayaan. Dalam usia menjelang “tutup buku” hidup bahagia bersama anak cucu. Itu maunya semua kakek nenek cap apapun. Sayangnya tak semua bisa kesampaian. Ada yang anak dan cucunya miskin, sehingga kakek nenek tak terjamin hari tuanya.

Paling tragis, mereka yang terpaksa tinggal di rumah Dinas Sosial, Panti Wreda. Ada yang memang tak punya keluarga, ada pula keluarga yang tak mau direpotkan oleh si lansia tersebut. Bisa mereka orangtuannya langsung, bisa pula mereka adalah sekedar famili dekat.

Menurut data BKKBN, tahun 2020 mendatang jumlah lansia Indonesia akan mencapai 28,8 juta jiwa. Ini berkat meningkatnya harapan hidup manusia Indonesia. Sedangkan menurut Dedy Mizwar saat masih Wagub Jabar (2016), dalam rentang dari tahun 2020 sampai 2035, usia produktif atau usia 16 sampai 30 tahun warga Indonesia akan mencapai 64 persen atau sekitar 150 juta jiwa dari total jumlah penduduk sekitar 297 juta jiwa.

- Advertisement -