Invasi “Aji Mumpung” Turki Tuai Sanksi

517 views
Ribuan warga sipil etnis Kurdi mengungsi dari dari wilayah Kurdi di Suriah utara yang dibombardir Turki Rabu lalu (9/10). Turki memanfaatkan hengkangnya pasukan AS untuk menyerang milisi separatis Kurdi.
- Advertisement -

SERANGAN pasukan Turki ke wilayah Kurdi di Suriah utara pasca hengkangnya pasukan Amerika Serikat menuai kecaman dan sanksi dari mitra-mitranya di Uni Eropa (UE).

Bagi Turki, absennya pasukan AS agaknya menjadi peluang emas yang tidak boleh disia-siakan untuk segera beraksi melumpuhkan milisi separatis Kurdi yang bermarkas di tapal batas negaranya dengan Suriah.

Bombardemen dari udara dan artileri berat ke posisi milisi kelompok separatis PKK Kurdi sejak Rabu lalu (9/10) selain menghantam fasilitas militer, juga menciptakan ribuan pengungsi baru.

UE menilai, pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan melepaskan 3,6 juta pengungsi Suriah yang saat ini berada negaranya untuk menyeberang ke Eropa jika UE menentang serangan Turki ke wilayah Kurdi sebagai “pemerasan”.

Sejauh ini Turki yang beberapa kali berupaya bergabung ke dalam UE kandas akibat persoalan pelanggaran HAM dan penegakan hukum, bahkan negosiasi ke arah itu terhenti sejak 2016.

PM Italia Giuseppe Conte juga meminta agar UE tidak tunduk pada ancaman Turki yang menggunakan dalih atas kesediaannya menampung pengungsi Suriah untuk memeras UE.

UE lalu mempertimbangkan sanksi terhadap Turki setelah mereka gagal mendesak DK PBB agar menyatakan sikap atas bencana kemanusiaan akibat invasi yang dilakukannya terhadap posisi milisi Kurdi di Suriah.

Ketua Komisi Eropa, Donald Tusk juga mengecam keras invasi Turki yang dinilai memunculkan persoalan kemanusiaan baru. “Tidak bisa diterima, soal pengungsi dijadikan alasan memeras. Ancaman Presiden Erdogan salah tempat, “ tandasnya.

Sanksi yang akan dijatuhkan terhadap Turki, menurut Wakil Menlu Perancis Urusan Eropa Amelie de Montchalin akan dibahas dalam pertemuan UE pekan depan.

Kecaman keras juga dilontarkan oleh Swedia, juga anggota UE, melalui Menlunya Ann Linde yang mendesak UE mengenakan embargo pada Turki yang dianggapnya melanggar hukum internasional, merusak situasi dan menciptakan tragedi kemanusiaan.

- Advertisement -