Masa Tanggap Darurat di Maluku Diperpanjang hingga 10 Januari 2020

535 views
Pengungsi gempa Ambon/ kompas.com
- Advertisement -

MALUKU – Penetapan massa tanggap darurat di Provinsi Maluku termasuk Kota Ambon diperpanjang dari 10 Oktober 2019 hingga 10 Januari 2020 setelah gempa magnitudo 6,8 mengguncang kota tersebut, Kamis (26/9/2019).

Perpanjangan massa tanggap darurat dilakukan lantaran penanganan dan pelayanan pasca gempa belum tuntas.

“Diperpanjang karena layanannya belum selesai. Jadi kalau masa daruratnya belum selesai masih banyak pengungsi dan sebagainya. Jadi mereka merasa ini masih darurat jadi diperpanjang,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo.

Terdapat sejumlah kendala yang masih ditemukan dalam penanganan dan layanan pasca gempa di Maluku. Beberapa di antaranya karena pengungsi tidak berapa pada satu titik, namun menyebar di berbagai lokasi. Data terbaru BNPB per tanggal 14 Oktober mencatat 148.619 ribu orang masih mengungsi akibat gempa.

Terputusnya sarana dan prasarana yang mendistribusikan air jadi kendala tersendiri. Akses jalan dan jembatan juga banyak yang terputus, sehingga mempengaruhi pasokan BBM ke Kabupaten Seram Bagian Barat.

Perbaikan infrastruktur umum seperti jalan dan jembatan terus dilakukan. Menurut Agus perbaikan yang dilakukan sekarang belum ke arah permanen.

“Perbaikan infrastruktur yang rusak-rusak khususnya yang darurat, infrastruktur jalan, jembatan. Yang perbaikannya bukan permanen tapi supaya berfungsi dulu,” ujarnya, dikutip CNNIndonesia.com.

Selain kendala terhadap jalur transportasi darat, kendala pada keterbatasan transportasi laut juga menghambat pendistribusian bantuan ke Kabupaten Seram Bagian Barat.

 

- Advertisement -