Pengambilan Air Tanah Berlebihan Akibatkan Penurunan Permukaan Tanah di Jakarta

388 views
Ilustrasi banjir di Jakarta Utara/ Okezone
- Advertisement -

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membenarkan terjadinya penurunan permukaan tanah di Jakarta, dan dia meminta semua pihak peduli atas kondisi ini.

Data dari Kementerian ESDM menyebutkan bahwa pengambilan air tanah yang berlebihan di Jakarta telah mengakibatkan turunnya muka air tanah, sehingga berkontribusi terhadap terjadinya penurunan tanah (landsubsidence) dan intrusi air laut dengan wilayah terparah terdampak di Jakarta Bagian Utara.

“Persoalan air tanah Jakarta ini menurut saya adalah menjadi persoalan bersama, karena Jakarta ini milik bangsa dan milik kita semua, jadi saya berpesan, jangan sampai terjadi pemanfaatan air tanah tanpa memperhitungkan ekologi, dan juga tanpa memperhitungkan dampak lingkungan yang timbul sehingga dapat mengakibatkan orang lain yang tinggal di wilayah-wilayah pesisir itu terkena dampak yang sangat besar,” ujar Jonan.

Jonan menambahkan, masyarakat yang tinggal di pesisir pantai itu tidak mengambil air tanah namun terkena imbasnya karena eksploitasi air tanah yang berlebihan sehingga menyebabkan intrusi air laut ke daratan, karena itu diperlukan kepedulian semua orang terhadap kondisi ini.

“Mereka tidak mengambil air tanah tapi terkena dampaknya, karena intrusi air laut mereka tidak bisa mengambil air tanah. Saya mengimbau dan saya percaya Gubernur DKI Jakarta yang sekarang sangat konsen tentang lingkungan hidup, tentang ekologi dan Kementerian ini juga punya konsen yang besar dan saya pribadi juga punya konsesn yang besar terhadap air tanah,” kata Jonan, dilansir Antara.

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar mengatakan, penurunan permukaan air tanah yang terjadi di Jakarta terbanyak terjadi di wilayah Jakarta Bagian Utara, sehingga saat ini muka air laut sudah mencapai 1,5 meter di atas permukaan tanah Jakarta Utara.

- Advertisement -