Istri Lambe Nggambleh

475 views
Insiden di Menes Pandeglang. Menko Polhukam Wiranto sempat terjatuh dan berhasil diselamatkan di RSPAD Gatot Subroto.
- Advertisement -

KETIKA mendengar berita Menko Polhukam Wiranto ditusuk teroris di Pandeglang, Banten, rakyat Indonesia kaget dan marah. Namun ironisnya, ada sekelompok orang yang menganggap itu sekedar rekayasa pemerintah, sehingga mereka nyinyir di medsos bahkan cenderung nyukurin musibah itu. Tambah menyedihkan lagi, ada sejumlah istri tentara terjebak pada ujaran kebencian. Yang kasihan tentu suami mereka, karier jadi terganggu gara-gara istri yang suka lambe nggambleh.

Hari Kamis tanggal 10 Oktober lalu Menko Polhulkam Wiranto mengalami musibah. Pasca kunjungan di kampus Matla’ul Anwar Banten, mantan Ketum Hanura itu ditusuk kunai oleh Syahril Amansyah alias Abu Rara, sementara sejumlah orang lainnya ditusuk oleh Fitria Diana istrinya. Menurut penyelidikan polisi, mereka adalah kelompok jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Bekasi, yang terdeteksi oleh BIN (Badan Intelejen Negara) memang sedang berkeliaran di daerah Menes, Pandeglang.

Meski sempat terjatuh, Wiranto berhasil diselamatkan dan kini masih dalam perawatan RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Adapun Abu Rara –Fitria Diana yang berhasil diringkus saat itu juga, kenekadannya siang itu dalam rangka “amaliyah”, sistem kilat masuk surga sesuai dengan keyakinannya.  Keduanya menyesal, kenapa tidak langsung didor polisi, sehingga langsung masuk surga janatunaim.

Dalam keyakinan mereka, membunuh togut (pejabat negara) lewat gerakan amaliyah, itu bagian dari jihad fisabililillah. Jika konsekuensi amaliyah itu harus ikut mati sebagai bunuh diri, atau kepala bolong didor polisi, mereka haqul yakin akan masuk surga tanpa dihisab. Di sana para “pengantin” itu akan disambut 72 bidadari, yang siap melayani mereka punya birahi.

Pada insiden di Menes tersebut, Abu Rara sebetulnya pengin langsung ditembak mati. Tapi ternyata hanya ditelikung, di bawa ke Polsek Menes. Di sana tentu saja tak ketemu bidadari dari surga, tapi malah diomeli “bidadari” Bupati Pandeglang,  yang memang cantik itu. “Kalau mau jihad bukan begitu caranya, bikin malu daerahku saja kalian,” kata Bupati Irna Narulita, istri politisi PPP Dimyati Natakesumah.

- Advertisement -