ASEAN Harus Kompak Hadapi Manuver China

1.685 views
Menghadapi manuver China di tengah klaim wilayah di Laut China Selatan (LCS), ASEAN harus kompak dan juga tetap menggalang kemitraan dengan raksasa militer dunia itu.
- Advertisement -

NEGARA-negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) harus bersatu menghadapi manuver China, khususnya di wilayah sengketa Laut China Selatan (LCS).

Dubes RI untuk Vietnam, Ibnu Hadi di Jakarta, Jumat, menyebutkan, kemajuan perundingan batas maritim RI dan Vietnam yang masih berproses saat ini mencerminkan eratnya kerjasama antaranggota ASEAN.

Pernyataan Dubes RI tersebut sehubungan dengan kedudukan Vietnam yang akan memimpin ASEAN pada 2020 nanti dan terkait isu terkini termasuk manuver yang dilakukan China di LCS.

Memang proses negosiasi batas maritim RI dan Vietnam berjalan lambat karena perbedaan konsep antara RI yang merupakan negara kepulauan dengan Vietnam sebagai negara berbassi daratan.

Brunei, Filipina, Malaysia dan Vietnam terlibat dalam sengketa terkait klaim China atas LCS, dan khususnya Vietnam sangat berkepentingan mengingat potensi sumberdaya migas yang ada di lepas pantai wilayah yang disengketakan.

Karena potensi konflik dengan China itu lah, lembaga kajian pertahanan SIPRI di Stockholm mencatat peningkatan belanja militer Vietnam yang sejak 2015 sekitar lima milyar dolar AS (sekitar Rp70 triliun), bahkan akan menaikkan menjadi tujuh milyar dolar pada 2024.

Dalam dasawarsa terakhir impor senjata Vietnam melonjak tujuh kali lipat, meningkatkan peringkatnya sebagai pengimpor alutsista ke-47 menjadi 10 besar. Bahkan Vietnam baru saja memborong enam kapal
selam kelas kilo eks- Rusia guna memperkuat AL-nya.

Namun dipadankan China, dengan anggaran militer 177,5 milyar dolar (sekitar Rp2.845 triliun) dan kekuatan AB-nya dengan 2,7 juta personil, 1.300 pesawat tempur, 13 ribu tank, sekitar 150 kapal perang ragam jenis termasuk satu kapal induk dan 76 kapal selam, Vietnam tentu tidak sebanding.

Menghadapi raksasa China, agaknya tidak ada jalan lain, ASEAN harus kompak dan juga memposisikan China sebagai mitra, bukan musuh.

- Advertisement -