ANTIWATI EDAN

498 views
- Advertisement -

“Era demokrasi macam sekarang, arus informasi malah ditutup oleh kahyangan. Padahal wayang sebagai obyek PBJ perlu adanya transparansi dari kahyangan,” kata ketua Komnas HAM Ngastina, Durmagati.

“Ini sama saja Jonggring Sala meniru gaya Orde Baru.” Tambah Citraksa yang sering diledek sebagai “kadal gurun” itu.

Di kala kawula ngarcapada heboh membicarakan Kitab Jitapsara yang misterius itu, mendadak terjadi peristiwa mengejutkan, Resi Seta dari pertapan Sukohini, ditusuk wayang tak dikenal tepat di bagian dadanya. Untung saja dia punya ajian Lembu Sekilan, sehingga keris itu hanya menancap 5 Cm, tapi si penusuk merasa masuk seluruhnya sampai 20 Cm, menyentuh G-Spot. Resi Seta berhasil diselamatkan.

Wayang Pendawa di Ngamarta tentu saja marah dan prihatin atas kejadian itu. Tapi di medsos, banyak juga yang menganggap bahwa penusukan Resi Seta sekedar settingan Ngamarta demi menunda pelaksanaan PBJ. Saking nyinyirnya, bahkan banyak wayang cewek nyukurin penasihat Pendawa itu.

“Cemen, ditusuk begitu saja kok KO. Kenapa Seta nggak mati sekalian?” ledek Dewi Antiwati istri Udawa dalam postingannya di FB.

“Ah, itu hanya settingan. Aku yang bisa main film, tahu persis soal tipu-tipu adegan.” Kata Limbuk saat ngetwit.

Tentu saja banyak wayang Pendawa dan Ngamarta yang menyayangkan komentar itu. Masak Antiwati istri patih Udawa komentar begitu. Dasar anak Sengkuni, kelakuan bapak-anak tak jauh beda, suka nyinyir pada Keluarga Pendawa. Dia lupa bahwa sudah menjadi istri patih Dwarawati, yang selama ini pro dengan Pandawa.

Prabu Betara Kresna yang menjadi penasihat PBJ dari kubu Pendawa, tentu saja marah istri Patih Udawa berkomentar begitu. Langsung saja Udawa dipanggil, dan diomeli habis-habisan.

“Kakang Udawa itu gimana sih? Masak istri sampai berkomentar begitu? Kamu nggak bisa mendidik istri, ya? Tahu nggak, gara-gara binimu ngomong begitu, hancur citraku di mata Pendawa.”

- Advertisement -