800 Kelurahan di Papua Barat Rawan Longsor dan Banjir, BPBD Minta Ditetapkan Status Bencana

836 views
Ilustrasi/ Jurnal Papua
- Advertisement -

PAPUA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Derek Ampnir mengatakan pihaknya mencatat lebih dari 800 kampung serta kelurahan di wilayah tersebut menyimpan potensi longsor serta banjir.

“Katalog kami lengkap dari lokasi, titik koordinat hingga tingkat kerentananya. Untuk longsor, potensi terbesar berada di Kabupaten Pegunungan Arfak. Sedangkan banjir berada di Teluk Wondama disusul Manokwari, Sorong, Teluk Bintuni dan beberapa daerah lainya,” kata Ampnir, Jumat (25/10/2019).

Ia minta seluruh kepala daerah di 13 kabupaten/kota di Papua Barat segera menetapkan status siaga bencana dan berlaku sejak saat ini hingga Maret 2020.

Kepada masyarakat ia pun mengimbau agar waspada dan familier terhadap perubahan cuaca serta potensi bencana baik banjir maupun longsor.

“Jaga kebersihan, jangan buang sampah di selokan itu bisa menjadi pemicu banjir. Selokan bukan tempat pembuangan sampah,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai, ia mengimbau agar, sadar dan bisa membaca tanda-tanda alam. Selanjutnya mempersiapkan diri agar bisa melakukan evakuasi secara mandiri saat bencana datang.

“Kami tentu akan hadir, tapi langkah pertama penyelamatan saat bencana terjadi itukan tentu dari masyarakat sendiri,” ujarnya, dilansir Antara.

- Advertisement -