Palembang Masih Diselimuti Asap, Aktivitas Warga Sepekan Terakhir Terganggu

360 views
IST
- Advertisement -

PALEMBANG – Kota Palembang, Sumatera Selatan hingga kini masih diselimuti kabut asap pekat dan membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu dalam sepekan terakhir.

“Malah asap sudah masuk ke dalam rumah, mata jadi perih. Saya heran juga, kenapa asap ini tidak hilang-hilang,” kata Junaidi, pedagang buah di Pasar Perumnas, di Palembang, Jumat (25/10/2019).

Warga lain menambahkan, pekan lalu anaknya sudah diliburkan satu Minggu full, dan beberapa hari ini belum ada instruksi baru.

“Jadi anak-anak saya tetap sekolah meski masuknya diubah dari jam 07.00 menjadi 08.00 WIB. Sebenarnya ini sudah sangat parah, harusnya diliburkan lagi,” kata Amelia, warga Kecamatan Sematang Borang, Palembang, dilansir Antara.

Menurut data Dinas Kehutanan Sumatera Selatan pada Jumat ada 1.297 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Titik panas tersebar di 15 kabupaten di Sumatera Selatan, paling banyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (867) disusul Musi Banyuasin (122), dan Banyuasin (81).

Sementara itu, menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hujan baru turun di Sumatera Selatan pada awal November.

Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan dalam dua pekan terakhir, termasuk mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air dan menambah personel pemadaman di darat.

Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan agak sulit karena sebagian terjadi di lahan gambut, yang kalau sudah terbakar tidak mudah dipadamkan, dan lokasi kebakaran susah dijangkau.

- Advertisement -