SAMBA NGAYAWARA

486 views
Raden Samba dicuci otaknya oleh Begawan Durna, rektor Unlima (Universitas Sokalima)
- Advertisement -

DALAM dunia perwayangan, ada aturan tak tertulis, maksimal raja hanya boleh beristri tiga. Patuh pada UU Perkawinan gaya wayang, maka bini Prabu Kresna hanyalah: Jembawati, Rukmini dan Setyaboma. Tapi lantaran hasrat syahwatnya memang masih tinggi, diam-diam beliaunya punya WIL (Wayang Idaman Lain) Dewi Pertiwi. Hasil perkawinan siri dengan putri Hyang Gedawanganala tersebut, lahirlah Setija yang telah mandiri menjadi adipati Trajutrisna dengan gelar Prabu Boma Narakasura.

Anak kedua Prabu Kresna bernama Samba Wisnubrata. Meski sudah berusia 25 tahun dia belum mau tinggal di luar Istana Dwarawati, dia masih bersama sang ibu Dewi Jembawati. Hebatnya dia, dia punya naluri bisnis yang kuat. Tanpa merasa jaim (jaga image) dan jagsi (jaga gengsi), dia buka usaha katering “Andrawina” yang laku keras. Setiap Sabtu-Minggu di mana banyak wayang mantu, order membanjir. Tapi uniknya, ketika Istana Dwarawati hendak menggelar pesta HUT negeri Dwarawati ke-74, dia menolak order langsung dari Patih Udawa.

“Kenapa angger Samba tak mau terima pesanan Istana Dwarawati. Lima ribu porsi kan lumayan, bisa menambah margin Anda. Saya mah, diberi komisi berapa saja terserah angger Samba sajalah….” Kata Patih Udawa, tapi pada ujung kalimat itu tekanan suara diperkecil, bisik-bisik saja.

“Bukan begitu, paman Udawa. Saya tidak mau terjebak konflik kepentingan, dituduh KKN, mentang-mentang putra raja Dwarawati. Jadi maaf paman Udawa, silakan pesan ke katering lain saja.” Jawab Raden Samba tegas.

Wah, rakyat Dwarawati pun semakin terkagum-kagum atas sikap Raden Samba, sosok wayang yang ogah manfaatkan jabatan raja sang ayah. Padahal wayang lain, ketika ayahnya menjadi penguasa, rata-rata minta fasilitas. Usaha perkebunan cengkih minta monopoli pasokan ke pabrik rokok, tender proyek Telkom minta dimenangkan. Berani menghambat bisnis putra raja, jangan tanya resikonya.

- Advertisement -