Tiga Tukang Ojek di Papua Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

320 views
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya menyerang dan menewaskan 14 pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek jembatan Kali Yaurak dan Kali Yigi, Kab. Nduga, Papua (2/12)
- Advertisement -

PAPUA – Kelompok bersenjata di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua dilaporkan menembak mati tiga warga sipil yang bekerja sebagai tukang ojek, Jumat (25/10/2019).

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto mengatakan dalam keterangan tertulisnya, ketiga warga sipil tersebut ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala dan sayatan senjata tajam di sekujur tubuh.

Korban adalah Rizal (31), Herianto (31) dan La Soni (25), yang biasa ngojek di distrik Sugapa.

Penemuan ketiga jenazah pertama kali dilaporkan oleh salah warga bernama Titus Kobogau. Titus diadang dan ditodong kelompok separatis bersenjata saat akan menjemput seorang gembala Gereja Kingmi di Kampung Pugisiga, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Jumat (25/10/2019) sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

“Saat itu Titus sempat melihat ketiga korban telah meninggal di tempat. Diduga ketiga korban baru saja dieksekusi setengah jam sebelumnya,” papar Eko.

Kelompok tersebut membolehkan Titus melanjutkan perjalanan untuk menyampaikan kabar kepada Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni dan Deki Belau (tokoh pemuda) yang kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Dari TKP, ketiga jenazah tukang ojek itu dievakuasi ke Puskesmas Sugapa, kemudian dibawa ke Puskesmas Boligai untuk autopsi.

“Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan oleh Titus kepada Bupati Natalis Tabuni. Sore hari Bupati segera menggelar rapat terbatas untuk melakukan penjemputan 3 jenazah di TKP. Lalu, jenazah dibawa ke Puskesmas Boligai,” tambahnya.

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, yang melihat langsung kondisi jenazah, mengecam keras perbuatan biadab tersebut.

“Dengan kejadian ini meminta supaya mendapat dukungan keamanan di wilayah Intan Jaya. Saya sampaikan warga lokal Intan Jaya tetap tenang karena pelaku datang dari luar. Warga pendatang atau penduduk asli kami tetap berdamai di Intan Jaya. Tidak ada satu pun yang melakukan pengungsian ke luar daerah Intan Jaya,” tutur Natalis, dilansir VOA, Minggu (27/10/2019).

- Advertisement -