Pendudukan Israel di Tepi Barat Meningkat Tajam Setelah Trump Jadi Presiden AS

1.053 views
Ilustrasi pemukiman Israel di Tepi Barat/ IST
- Advertisement -

TEL AVIV – Sebuah organisasi nonpemerintah yang memantau kegiatan pembangunan permukiman Israel, Peace Now, mengatakan rezim Israel telah menyetujui pembangunan 2.342 unit pemukim baru di Tepi Barat yang diduduki.

LSM itu mengatakan  pada  Kamis (31/10/2019),  bahwa keputusan diambil pada 10 Oktober dan bahwa 59 persen unit pemukim baru akan didirikan di pemukiman yang Israel seharusnya dievakuasi berdasarkan kesepakatan dengan Palestina.

Menurut Peace Now, rencana untuk pembangunan 8.337 unit pemukim di permukiman ilegal Israel telah disetujui pada awal tahun, menambahkan bahwa pembangunan baru mewakili peningkatan hampir 50 persen dibandingkan dengan 2018 ketika rencana untuk 5.618 unit rumah disetujui.

“Jumlah rata-rata unit rumah yang disetujui dalam tiga tahun sejak Presiden AS Donald Trump terpilih, menjadi 6.899 unit rumah, hampir dua kali rata-rata dalam tiga tahun sebelumnya,” katanya, dilansir Press TV.

Peace Now lebih lanjut menyatakan bahwa pembangunan pemukiman telah meningkat di bawah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang saat ini berjuang untuk kelangsungan politiknya setelah gagal membentuk administrasi koalisi setelah pemilihan September.

“Netanyahu terus menyabotase kemungkinan perjanjian politik dengan Palestina dengan mempromosikan lebih banyak pembangunan permukiman di Tepi Barat, termasuk di tempat-tempat di mana Israel mungkin harus mengungsi sebagai bagian dari perjanjian di masa depan,” kata Peace Now.

Ditambahkannya, 182 permukiman baru dari 2.334 unit yang direncanakan akan dibangun di permukiman Mevoot Yericho, yang merupakan bekas pos terdepan Israel yang dilegalkan pemerintahan Netanyahu sebelum pemilihan bulan September.

 

- Advertisement -