SUKMA NGLEMBARA

543 views
- Advertisement -

“Saya nggak mau, Dasamuka. Saya sampai matipun tetap istri Prabu Rama. Kamu jangan ganggu aku ya, mohon……!” jawab Dewi Sinta dengan wajah ketakutan. Dia sepertinya melihat sesuatu yang mengerikan.

Untuk memberi contoh tentang kesederhanaan pada rakyat, Prabu Rama Wijaya sengaja membawa istrinya ke dokter spesialis saraf tapi pakai dana BPJS-Kesehatan. Semua memang gratis, tapi wih…. ngantrinya minta ampun. Bayangkan, Ibu Negara kok di nomer antrian 85, kapan giliran diperiksanya.

Ternyata Dewi Sinta hanya diberi pil penenang anti depresi metilfenidat, dan amfetamin dosis rendah. Sayangnya hanya baik sebentar, malamnya kambuh lagi. Arwah Dasamuka kembali datang mengganggu, mengajak kawin melulu. Karena Dewi Sinta diyakini keturunan atau titisan Dewi Widowati, sampai mati pun Prabu Dasamuka masih penasaran. Dalam wujud Sukma Nglembara masih mengajak menikah juga, lalu bagaimana jimak dan eksekusinya.

“Sinta, tunggu apa lagi? Kamu jadi bini Rama dapat apa? Paling tinggal di rumah dinas, dan mobilnya Toyota Camry seken. Mending ikut gua, hiyaha ha ha….!” Kembali arwah Dasamuka berteriak seperti orang gila.

“Tolong Dasamuka, kamu jangan ganggu saya, plis deh!” lagi-lagi Dewi Sinta mohon dengan wajah ketakutan.

Prabu Rama Wijaya segera berunding dengan Patih Sugriwa dan Kapi Jembawan wayang paling senior di Pancawati. Hasil diskusi ditemukan kesimpulan, yang bisa mengobati Dewi Sinta hanya Resi Anoman di Kendalisada. Jika itu valid arwah Dasamuka, pastilah takut ketemu musuh lama di Ngalengka dulu, risang Ramandayapati, ya Anoman jagoan Prabu Rama.

Sebetulnya Resi Anoman sudah tak mau mikir duniawi. Tapi begitu yang datang ke Kendalisada paman sendiri, Patih Sugriwa, dia langsung berangkat ke keputren Istana Pancawati. Sebetulnya Resi Anoman juga heran. Seingatnya dulu arwah Dasamuka sudah dikunci di Gunung Somawana dekat Bandungan Ambarawa, kok bisa bisa lepas kembali, siapa yang membocorkan paswordnya?

- Advertisement -