SUKMA NGLEMBARA

543 views
- Advertisement -

“Kamu lagi, kamu lagi! Sudah mati saja masih jadi preman, kau.” Omel Anoman pada arwah Sukma Nglembara.

“Sampai kapan pun, aku masih menunggu Dewi Sinta kekasihku, hiya ha ha ha.” Ujar Sukma Nglembara sambil tertawa terbahak-bahak.

Anoman segera mbeker (teriak gaya kera). Suaranya menggelegar keras dengan kekuatan 135 desibel, memekakkan telinga. Sukma Nglembara pun kabur, lalu dikejar Anoman sampai kemudian kembali tempat tinggalnya di Gunung Sumawana. Agar tak kembali pergi, lobang arwah itu dicor pakai semen dicampur mortar ngabalin. Teorinya, arwah Sukma Nglembara takkan tembus cairan semen yang bersenyawa dengan mortar.

Tapi seminggu kemudian, arwah Sukma Nglembara telah kembali mengganggu Dewi Sinta. Kembali Anoman bertindak, dengan mengecor lobang Gunung Somawana pakai adukan beton 1-1, artinya, semen satu ember koral dan pasirnya juga satu ember. Tapi faktanya, 3 hari kemudian Sukma Nglembara telah membayang-bayangi Dewi Sinta lagi. Resi Anoman pun manengku puja (mohon petunjuk) ke dewa, apa solusinya.

“Gawat Prabu Rama. Bisa, tapi anggarannya mahal. Lobang itu baru bisa ditutup permanen tidak tembus arwah, asalkan pakai lem aibon seharga Rp 82 miliar.” Kata resi Anoman.

“Ya nggak papa, demi istri tercinta. Tapi kamu harus bikin MOU dulu, agar bila terjadi wanpretasi, aku bisa minta pertanggungjawabanmu.” Jawab Prabu Rama.

Lem aibon satu drum itu berhasil dibeli dari Pemprov DKI Jakarta, harganya tak bisa kurang, Rp 82 miliar. Itu tak seberapa, balpoin untuk penandatanganan MOU harganya lebih gila lagi, Rp 124 miliar. Tapi demi istri, semua barang bisa dibayar Prabu Rama dan  diantar ke Pancawati pakai Gosend.

Setelah MOU Prabu Rama-Anoman diteken, Sukma Nglembara digiring masuk gunung Somawana lagi. Begitu berhasil masuk, lobang segera ditableg (ditutup) dengan lem aibon seharga Rp 82 miliar tersebut. Alhamdulillah wa syukurilah, Sukma Nglembara tak bisa keluar dari penjara abadinya. Dia hanya bisa ngomel, “Ih, curang lu, curang lu….!”  (Ki Guna Watoncarita)

- Advertisement -