SUKMA NGLEMBARA

497 views
Ditableg dengan lem aibon seharga Rp 82 miliar dari Pemprov DKI, arwah Sukma Nglembara tak bisa keluar lagi dari lobang Gunung Somawana.
- Advertisement -

PASCA kematian Prabu Dasamuka dalam lakon “Ngalengka Brubuh” dan disusul uji kesucian Dewi Sinta dalam cerita “Sinta Obong”, Prabu Rama Wijaya kembali ke negeri Pancawati bersama istri tercinta. Kadar kecintaan raja emigrant dari Ayodya ini semakin tinggi pada Dewi Sinta, sebab selama 5 tahun dalam kekuasaan Prabu Dasamuka ternyata masih suci murni, utuh dalam buntelan plastik. Iklan pengharum bau ketek yang menyatakan Dewi Sinta kini jatuh cinta pada Dasamuka berkat deodorant, rupanya sekedar hoaks belaka.

Setelah sukses melaksanakan program “Ganyang Dasamuka” dan “Rebut kembali Dewi Sinta”, Prabu Rama bertekad menata ulang negeri Pancawati  yang sempat carut marut. Maklum, kala itu semua dana dan tenaga difokuskan pada perjuangan pembebasan Dewi Sinta. Bahkan defisit anggaran dalam lakon “Rama Tombok” saat pemboyongan Dewi Sinta ke Pancawati setahun lalu, juga belum tertutupi.

“Sinuwun Prabu Rama, menuju Pancawati adil makmur, tak cukup dengan dana infrastruktur yang dimaksimal, tapi juga revolusi mental. Dan selama 5 tahun kemarin, kita boleh dikata tak bergerak.” Laporan Patih Sugriwa dalam sidang terbatas kerajaan.

“Betul itu kakang Patih Sugriwa, makanya kita koreksi kembali pemerintahan kita. Kalau perlu diadakan reshuffle seperlunya. Beruntung negeri kita tak dikuasai parpol, sehingga kita bebas mengangkat menteri siapa saja yang profesional.” Jawab Prabu Rama.

Demikianlah, sambil lesehan di tlundhakan (trap) Istana Pancawati Prabu Rama mengumumkan para pembantunya. Sebetulnya beliau ingin mengangkat Anoman jadi Menteri Pertahanan, tapi dia menolak dengan alasan mau fokus jadi begawan di Kendalisada. Akhirnya diangkatlah Kapi Anila yang belakangan nampak semakin gemuk dan pendek karena kurang olahraga. Ternyata kecebong-kampret di Pancawati semua setuju.

Kapi Jembawan yang pengalaman mengawasi pembangunan tambak (tanggul) Pancawati-Ngalengka, diangkat jadi menteri maritim dan kelautan. Biarpun dia tercatat sebagai menteri paling tua, tapi tenaganya masih rosa-rosa seperti Mbah Marijan. Lalu Kapi Anggada yang pernah cacat mbalela dan pro Dasamuka, diberi pos Menteri Luar Negri. Sebetulnya Gunawan Wibisono hendak diangkat jadi menteri senior, sayang dia mau fokus jadi raja di Ngalengka, menggantikan almarhum Dasamuka.

- Advertisement -