Wartawan Rentan Kekerasan

441 views
Empat wartawan tewas tiap bulan akibat kekerasan di seluruh dunia atau rata-rata 52 tiap tahun sejak 1993. Selamatkan pekerjaan jurnalistik yang merupakan salah satu pilar demokrasi.
- Advertisement -

SETIAP bulan paling tidak empat wartawan tewas di berbagai wilayah di dunia saat menjalankan tugasnya sehingga menempatkan profesi jurnalistik berisiko tinggi dan rentan oleh tindak kekerasan.

Observasi Pembunuhan terhadap Jurnalis Badan Pendidikan Keilmuan dan Kebudayaan PBB (Unesco) mencatat, 1.360 wartawan atau 52 orang setiap tahun tewas terbunuh selama kurun waktu antara 2 Juni 1993 sampai Oktober 2019.

Angka rata-rata wartawan yang tewas pada 2019 meningkat menjadi 67 orang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yakni 52 orang, dan yang lebih ironis, pada 2018 tercatat sebagian besar (89 persen) pelaku pembunuhan tidak dijerat sanksi hukum.

Sementara Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mendata, rata-rata sembilan dari 10 pelaku pembunuhan terhadap wartawan tidak diusut.

Sedangkan di Indonesia, menurut Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sasmito Madrim, terjadi 42 kasus kekerasan terhadap wartawan selama 2019 terutama di tengah aksi unjukrasa, sedangkan pelakunya, a.l. individu, anggota ormas dan oknum aparat keamanan.

“Hampir seluruh kasus kekerasan terhadap wartawan tidak diproses hukum, “ ujarnya.

Walau tidak ada wartawan yang terbunuh dalam dekade terakhir, lanjut Sasmito, masih berlangsung sikap antipati kelompok tertentu terhadap kebebasan pers diekspresikan melalui pemidanaan, pembeberan indentitas mereka di medsos atau ancaman lewat aneka platform dan internet.

Untuk itu Sasmito mengajak semua pihak tidak menganggap remeh kasus-kasus tersebut, mengingat pembiaran terhadap aksi-aksi kekerasan terhadap wartawan akan menjadi preseden buruk dan mengancam kebebasan pers.

Bertepatan dengan peringatan Hari Internasional Anti Kekerasan terhadap Jurnalis, (2/11) KKJ mengimbau semua pihak untuk memberi perhatian serius dan ambil bagian melawan kekerasan terhadap pers.

“Melawan kekerasan adalah salah satu cara untuk merwat dan menjaga kekebasan pers, “ ujarnya seraya menambahkan, KKJ juga mendesak negara, khususnya penengak hukum segera mengusut kasus-kasus kekerasan pada wartawan, siapa pun pelakunya.

- Advertisement -