Sentimen Anti Iran Merebak di Irak

437 views
Gelombang unjukrasa menuntut perubahan politik dan perbaikan ekonomi di Irak sejak Oktober lalu menewaskan 250 orang. Kini demo bergeser ke isu anti Iran.
- Advertisement -

AKSI-aksi unjuk rasa massa yang menuntut perubahan politik di Irak akhir-akhir ini berkembang ke sentimen anti-Iran, negara tetangga yang dianggap ikut campur tangan di negeri itu.

Massa menyerbu, menurunkan bendera Iran dan menggantinya dengan bendera Irak di kantor konsulat Iran di Karbala, Senin (4/11).

Aparat keamanan Irak menembaki massa dalam kerusuhan di Karbala itu dan dilaporkan tiga pengunjuk rasa tewas, ratusan mengalami luka-luka . Sebanyak 250 orang tewas dalam gelombang aksi-aksi unjuk rasa menuntut perubahan politik dan perbaikan ekonomi sejak Oktober lalu.

Saksi mata menyebutkan, aparat keamanan Irak tidak berupaya menembakkan senjata ke udara sebagai peringatan, tetapi mengarahkan laras senjata mereka langsung ke kerumunan massa.

“Mereka membunuh rakyat sendiri, demi negara lain, “ ungkap seorang pengunjuk rasa, sedangkan pengunjuk rasa lainnya menyatakan tekadnya untuk tidak membiarkan kehadiran warga Iran, baik di Karbala mau pun dikota-kota Irak lainnya.

Deplu Irak mengutuk keras penyerbuan ke gedung konsulat Iran tersebut dan mengingatkan, keamanan konsulat atau misi diplomatik asing merupakan garis merah yang tidak bisa dilanggar.

Iran selain tetangga secara geografis, pemasok listrik dan mitra utama perdagangan, juga terlibat di panggung politik di Irak dengan kehadiran milisi bersenjata Hasheed al-Shaabi dan faksi al-Fatah di bawah Hadi al-Amiri yang menempatkan kursi terbanyak kedua di parlemen Irak.

Iran dan Irak pernah terlibat perang perbatasan antara 1980 sampai 1988 tanpa ada pemenangnya, kecuali antara setengah juta sampai satu juta tentara kedua belah pihak tewas.

Panglima Brigade Quds yang membawahi operasi Garda Revolusi Iran di luar negeri Jenderal Qasem Soleimani juga dilaporkan bolak-balik ke Baghdad di tengah unjukrasa di Irak akhir-akhir ini dan disebut-sebut memimpin rapat di kantor PM Irak Adel Abdul Mahdi pekan lalu.

- Advertisement -