Sikap ASEAN Beragam pada Isu Kamboja

470 views
Rencana kepulangan tokoh oposisi Kamboja Sam Rainsy dari pengasingannya di Perancis bisa memicu gejolak politik di negeri itu. Negara-negara ASEAN menanggapinya dengan sikap beragam.
- Advertisement -

GEJOLAK politik Kamboja sehubungan dengan rencana kepulangan tokoh oposisi, Sam Rainsy dari pengasingannya di Perancis direspons dengan sikap beragam oleh mitra-mitra negara itu di ASEAN.

Rezim pemerintah PM Hun Sen dilaporkan dalam situasi Siaga termasuk mengirimkan satuan militer dan polisi ke Provinsi Batambang yang berbatasan dengan Thailand guna mencegah Rainsy masuk lewat jalan darat dari negara tetangganya itu.

Rainsy menyatakan akan meninggalkan Paris menuju Bangkok, Kamis ini (7/11), lalu akan menuju negaranya, Sabtu (9/11) bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ke-66 Kamboja. Ia berada di Perancis sejak 2015.

Dengan status buronan yang disandangnya, Rainsy didakwa melakukan pencemaran nama baik PM Hun Sen, menghasut perlawanan terhadap raja dan pemerintah yang sah sehingga ia akan ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai perintah pengadilan.

Deputi Menteri Urusan Penerbangan Sipil Kamboja Mao Havanall mengingatkan kepada maskapai penerbangan untuk tidak bersedia membawa Rainsy ke Kamboja karena hal itu dianggap membantu aksi kejahatan.

Sedangkan Jubir Otoritas Penerbangan Kamboja Chea Aun menduga Rainsy akan melancarkan kudeta terhadap pemerintah Hun Sen hingga tidak akan ada maskapai penerbangan yang berani mengangkutnya.

Sementara PM Thailand Prayuth Chan-ocha menyatakan, sesuai komitmen pada ASEAN, negaranya tidak akan ikut campur tangan urusan internal Kamboja dengan mengijinkan negaranya menjadi ajang kegiatan pihak oposisi salah satu negara anggotanya.

Pemerintah Thailand juga menolak kehadiran Wakil Ketua Umum Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) Mu Sochua, parpol yang dipipimpin oleh Rainsy yan dibubarkan pengadilan Kamboja pada 2017.

Mu yang kemudian terbang ke Jakarta dan mengadakan jumpa pers (6/11) membuat kesal Kedubes Kamboja di Jakarta, apalagi pemerintah RI menolak permintaan mereka untuk mendeportasikannya.

- Advertisement -