BANON CINAWI BANGUN

449 views
- Advertisement -

DARI 100 bini Harjuna, termasuk sejumlah bidadari di kahyangan, paling disayang adalah Wara Sumbadra, kemudian Srikandi. Beruntung, meski keduanya bukan bagian dari “madu bersyariah” tapi tetap rukun dan damai. Nyaris seperti kakak beradik saja, Srikandi dengan tulus ikut momong Abimanyu kecil. Kadang ketika diajak jalan-jalan, wayang yang tidak tahu menganggap Srikandi babysitter dari Banon Cinawi tempat tinggal Wara Sumbadra selama ini.

“Itu babysitter Wara Sembadra kok cantik banget ya. Digaji berapa dia.” Ucap seorang wayang akar rumput.

“Ngawur saja kamu! Itu bini Harjuna juga, tahu! Namanya Srikandi, karena tak punya anak sendiri, kasih sayangnya jatuh pada anak madunya.” Potong wayang lain memberikan klarifikasi.

Biasanya pagi-pagi sekitar pukul 07.00 pagi Srikandi dengan kereta dorongnya mengajak balita Abimanyu jalan-jalan menghirup udara pagi Taman Banon Cinawi. Tapi sudah sebulan lebih tradisi itu hilang. Srikandi ke mana-mana sendirian, sementara Wara Sembadra dan Abimanyu kecil entah pergi ke mana. Jika diajak jalan-jalan keluar kota atau luar negeri, faktanya Harjuna juga tetap ada di kesatrian Madukara.

Menurut informasi dari sumber yang layak dipercaya, kabarnya Wara Sumbadra “purik” ke Dwarawati bersama si kecil Abimanyu. Sebab dia punya tuntutan kepada suaminya, tapi tak kunjung dikabulkan. Asal didesak jawab Harjuna entar…..entar….. presis emak-emak ditagih tukang kredit panci. Saking jengkelnya tak diperhatikan, maka Wara Sumbadra pun kabur ke rumah kakaknya, Prabu Kresna raja Dwarawati.

“Taman Banon Cinawi sudah rusak, genting banyak yang pecah, plafon pada bocor. Kapan dipugar kembali, bapakne kulup.” Desak Wara Sumbadra.

“Sabar ibune kulup. Anggaran dari Ngamarta belum turun. Kalau takut kehujanan dalam rumah, ya pakai payung dulu. Begitu saja kok repot.” Jawab Harjuna sekenanya.

- Advertisement -