Jika Lulus dari Smart Ekselensia, Fajar Ingin Boyong Keluarga dari Papua ke Malang

424 views
- Advertisement -

BOGOR – Fajar Irianto, salah satu anak kelahiran Timika, Papua menjadi salah satu siswa yang mendapat sekolah gratis di  SMART Ekselensia Indonesia, dan kini menginjak tahun kelima dia duduk di bangku SMART.

Fajar yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara,  menjadi salah satu anak paling beruntung dibanding saudara-saudaranya. Menurutnya, hampir saja seluruh keluarganya putus sekolah. Beruntung dirinya dipertemukan oleh guru SD-nya, Embun Fajar kepada utusan Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa saat itu.

“SD saya dulu di Inpres Timika 2. Setelah lulus, saya dikasih tahu kalau ada sekolah gratis di Jakarta. Setelah itu ada kemungkinan mendapat beasiswa kuliah juga,” ungkapnya.

Setelah melalui proses seleksi panjang, akhirnya Fajar lulus seleksi dan diterima di SMART Ekselensia Indonesia.

Kini, setelah dia hampipr lulus, harapannya hanya satu yakni ingin menaikkan derajat sosial dan ekonomi, sehingga mampu membawa keluarga ke kampung halaman lagi.

“Orang tua, dulu di sana rantauan dari Malang. Keluarga bapak dan ibu semuanya asli orang Malang. Waktu itu katanya merantau ke Papua. Setelah itu malah nggak bisa pulang, jadi netap di sana. Sekarang kerjaannya jualan, warung ayam penyet. Keadaan ekonomi di sana akhir-akhir ini sedikit miris sih. Karena daerahnya juga sekitar kawasan pabrik, jadi ketimpangannya lumayan tinggi juga,” terangnya, dilaporkan Muthohar dari redaksi Dompet Dhuafa.

Fajar selalu berdoa dan berharap Dompet Dhuafa dapat lebih dalam dan banyak menjaring anak-anak yang ada di daerah. Ia yakin masih banyak anak-anak di luar yang berpotensi tinggi. Namun terkendala dalam akses, fasilitas dan ekonomi.

“Ini saya saja yang terakhir dari Papua. Mudah-mudahan adik-adik saya di sana bisa menyusul ke sini,” tutupnya.

- Advertisement -