Gaduh Aibon, Runtuhnya Nalar

4.686 views
Pro-kontra isu rancangan anggaran siluman DKI Jakarta termasuk pembelian lem Aibon Rp126 milyar mengusik nalar dan akal sehat.
- Advertisement -

SAAT publik geram atas temuan terkait pengajuan belanja pemprov DKI Jakarta yang janggal dan nilainya fantastis, Gubernur Anies Baswedan malah berpandangan miring terhadap pengungkapnya.

Heboh pengajuan anggaran DKI Jakarta pada tahap pembentukan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Platform Anggaran Sementara (KUA – PPAS 2020) sebelum dijadikan APBD muncul setelah anggota baru DPRD dari F-PSI William Aditya (23) membeberkan kejanggalan itu.

William mengaku, ia melakukan hal itu sesuai fungsi pengawasan yang diemban DPRD , lagi pula, fraksinya sudah empat kali menyurati Bappeda DKI Jakarta untuk mendapatkan kertas kerja berisi KUA –PPAS 2020 namun tidak dijawab.

Sesuai sistem e-budgeting yang diberlakukan sejak era Gubernur Basuki Cahaja Purnama alias Ahok pada 2014 guna menghindari manipulasi anggaran oleh oknum-oknum DPRD atau oknum aparat Pemprov, rancangan anggaran sementara tersebut juga bisa diakses publik. Hasilnya, banyak anggaran siluman yang disisipkan oleh oknum-oknum SKPD (a.l. dinas-dinas) dan DPRD dikoreksi publik hingga uang rakyat bisa diselamatkan.

Namun di era kepemimpinan Anies, dengan alasan karena rancangan anggaran tersebut (KUA – PPAS 2020) baru berupa kertas keja, jadi tidak bisa diakses secara online, bahkan ada angggota DPRD yang mengaku tidak mendapatkannya sehingga tidak punya data untuk mengkritisinya.

Memang data tersebut pernah dipampang secara online beberapa saat, namun begitu isu penyimpangan anggaran menjadi viral termasuk pembelian Aibon, bolpoin, pasir, pembentukan buzzer promosi wisata, pengecetan jalur sepeda dan lainnya yang jumlah dan nilainya sangat tidak masuk akal, langsung diblokir alias tidak bisa diakses lagi.

Penyampaian rincian rencana anggaran oleh eksekutif dalam waktu yang mepet diduga merupakan permainan lama agar anggota Dewan (DPRD) tidak mempunyai banyak waktu untuk menyisirnya dan menemukan penyimpangan.

- Advertisement -