Letusan Gunung Merapi Timbulkan Hujan Abu

521 views
Ilustrasi Gunung Merapi Jawa Tengah/Ist

YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan terjadi  letusan Gunung Merapi pada Minggu (17/11/2019) pukul 10.46 WIB, dan masih berpotensi terus terjadi.

“Kejadian letusan semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma (Gunung Merapi) masih berlangsung,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta.

Menurut Hanik, ancaman bahaya letusan berupa awan panas yang bersumber dari bongkaran material kubah lava dan lontaran material vulkanik masih memiliki jangkauan kurang dari radius 3 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi.

Hanik menjelaskan bahwa peristiwa letusan yang terjadi pada Minggu (17/11) dengan tinggi kolom 1.000 meter pemicunya masih sama dengan letusan sebelumnya, yakni tekanan akumulasi gas vulkanik.

Sedangkan akumulasi gas itu kemungkinan dipicu adanya sumbat lava yang terangkat ke permukaan Gunung Merapi akibat peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

“Adanya aktivitas dari dalam menyebabkan sumbat lava muncul dipermukaan. Dengan adanya sumbat lava kemungkinan gas terakumulasi,” kata Hanik, dilansir Antara.

Awan panas letusan sebelumnya juga dikeluarkan Gunung Merapi pada Sabtu (9/11/2019) dengan tinggi kolom 1.500 meter. Awan panas letusan itu memiliki amplitudo 65 mm dan durasi 160 detik dengan jarak luncuran diperkirakan sejauh 1.500 meter.

Sementara akibat letusan pada Minggu (17/11/2019), hujan abu dilaporkan terjadi di sekitar Gunung Merapi dengan arah dominan ke sektor Barat sejauh 15 km dari puncak yaitu di sekitar wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.