Ayo Bersih-Bersih Birokrasi dan BUMN!

40 views
Pemerintah sedang menyusun rencana perombakan birokrasi, sementara Menteri BUMN Erick Thohir langsung menggebrak dengan mencopot seluruh deputi menteri dan sekretaris kementerian BUMN.
- Advertisement -

PUBLIK menanti gebrakan Kabinet Indonesia Maju (KIM) untuk melakukan perombakan besar-besaran di jajaran birokrasi seperti dijanjikan Presiden Joko Widodo di awal periode II kepemimpinannya (2019 – 2024).

Reformasi yang diinginkan Jokowi, menurut Menpan dan RB Cahyo Kumolo usai menemui presiden (19/11), bukan sekedar di permukaan seperti yang dilakukan di masa lalu, tetapi hingga menusuk “jantung” dan dilakukan dengan cepat sesuai skala prioritas.

Penataan yang akan dilakukan, dilakukan di hulu mau pun hilir, diawali mekanisme perekrutan CPNS, perbaikan manajemen kinerja, perampingan organisasi kepemerintahan a.l. dengan tidak lagi merekrut tenaga administrasi dan memangkas jenjang eselon dari lima menjadi dua saja.

Perampingan birokrasi disasar untuk membangun sistem tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif sehingga mampu mendorong efisiensi pelayanan publik terutama dalam perijinan investasi.

Menurut catatan, saat ini ada 4.286.918 ASN di berbagai instansi di seluruh Indonesia, 10,73 persen (459.986) berstatus struktural , lebih separuhnya (50,17 persen) atau 2.150.747 Fungsional Tertentu dan 39,1 persen atau 1.676.185 Fungsional Umum.

Dari jumlah total ASN tersebut, sekitar 1,6 juta tenaga administrasi yang merangkap menjadi tenaga pendidikan atau kesehatan akan dikurangi, diseleksi dan dididik namun perlu digaris bawahi, tidak perlu dicemaskan, karena tidak bakal ada pemberhentian massal.

Mendagri menjamin, perampingan birokrasi tidak lah berdampak pada
eselon yang terkena (seperti camat, kades, dirjen, direktur atau kasubdit) , karena mereka akan diberi tugas fungsional.

Sementara pegawai yang berstatus eselon tecatat 460.067 ASN, terdiri dari Eselon I sebanyak 575 ASN (0,12 persen), Eselon II sebanyak 19.463 ASN (4,23 persen) dan selebihnya (Eselon III, IV dan V) sebanyak 440.029 ASN (95,65 persen).

- Advertisement -