Iran “bersih-bersih” Para Pemrotes

463 views
Gelombang unjuk rasa digelar di sekitar 100 kota di Iran memprotes kenaikan 50 persen harga BBM. Diperkirakan lebih 100 tewas, 30 pemimpin demo dan 1.000 pendemo ditahan.
- Advertisement -

PALING tidak lebih seratus orang tewas, 30 pemimpin unjuk rasa dan seribu pelakunya ditangkap di tengah gelombang protes massa yang digelar di sekitar seratus kota di Iran sampai akhir pekan ini.

Aksi demo semula dipicu kenaikan 50 persen harga BBM dari 13 sen dolar AS (setara Rp1.820) per liter untuk pembelian 60 liter pertama dan harga tiga kali lipatnya untuk kelipatan harga mulai dari pembelian 61 liter ke atas.

Warga tidak bisa menerima, Iran yang merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia memberlakukan harga BBM mahal pada mereka. Amnesty Internasional mencatat, paling tidak 30 pendemo tewas di Provinsi Kermansah, wilayah barat Iran.

Sebaliknya, rezim Iran tidak mampu mensubsidi harga BBM bagi rakyat karena cekaknya devisa untuk mengimpor kebutuhan domestik akibat sanksi embargo ekspor minyaknya oleh AS yang keluar dari traktat nuklir Iran bersama Jerman, Inggeris, Perancis, Rusia dan China pada 2015.

Sanksi embargo ekspor minyak oleh AS yang didukung Israel dan Arab Saudi menyudutkan Iran untuk menaikkan harga BBM di dalam negeri demi sedikit meringankan beban himpitan kesulitan ekonominya.

Wapres Iran Eshaq Jahangiri (23/11) memperingatkan negara-negara di kawasan Teluk, mereka bakal mengalami risiko mengerikan jika terbukti ikut campur tangan dalam aksi-aksi kerusuhan di negerinya pada hari-hari belakangan ini.

“Mereka akan menghadapi situasi terburuk bila terbukti ikut campur tangan atau mendalangi aksi-aksi kerusuhan di Iran, “ kata Jahangiri seraya menuding warga Iran di pengasingan dan musuh-musuhnya yakni AS, Israel dan Arab Saudi dalam aksi-aksi tersebut.

“Stomach can not wait”, ungkap pameo lama. Sampai kapan rezim Iran mampu bertahan dari protes rakyatnya yang semakin deras? (Reuters/AFP/NS)

- Advertisement -