SETYAKI BIMA STUNTING

448 views
Dipukul dengan gada Rujakpolo, Haryo Setyaki bergeming. Bukan kepala pecah, justru tubuhnya melesak ke bawah, seperti dipaku.
- Advertisement -

MESKIPUN namanya terkenal di jagad perwayangan, sesungguhnya karier politik Haryo Setyaki sudah mentok. Dari dulu dia hanya menjadi adipati di Garbaruci, tak pernah naik pangkat menjadi raja Lesanpura. Sebab meskipun Prabu Setyajid sudah tua, negeri Lesanpura tak juga diserahkan pada putra tunggal lelakinya, Haryo Setyaki. Karenanya Setyaki lebih menyibukkan diri di Dwarawati, dengan gelar: Sapukawat Dwarawati. Dinamakan demikian karena ada masalah apapun di negerinya Prabu Kresna, Setyaki berhasil menyelesaikan.

Kenapa Prabu Setyajid tak juga memberi jalan suksesi pemerintahan di Lesanpura? Sebab meski Setyaki terkenal akan kesaktiannya, tapi secara phisik dia ini bertubuh kuntet, stunting jika pinjam istilah sekarang. Tingginya hanya sekitar 155 Cm, berat badan 65 Kg brutto. Jika di kamar mandi sedang bersih-bersih badan bobotnya tinggal 64 Kg DWT. Kalau habis sarapan, baru bobotnya naik 1 Kg. Padahal ada aturan tak tertulis, tinggi raja di Lesanpura minimal 170 Cm.

“Kenapa tubuhku tak bisa tumbuh normal, rama prabu?” Haryo Setyaki sekali waktu  mempertanyakan hal itu pada ayahnya.

“Maklum Nak, jaman itu jaman susah, soal gizi anak kurang diperhatikan. Bapak tak mampu beli susu bayi bermerk, sehingga oleh Dewi Wersini ibumu, kamu sering diberi air tajin saja. Buah-buahan hanya pisang kepok.” Jawab Prabu Sdetyajid.

“Kata pejabat tinggi Indonesia, untuk mencegah stunting harus banyak makan telur, karena setiap keluarga wajib pelihara ayam.”

“Kita juga makan telur, tapi sebutir dibagi 4, bahkan 8.”

Kesadaran akan pentingnya gizi bagi masa pertumbuhab balita, masih kurang sekali. Akibatnya Haryo Setyaki menjadi lelaki kunting. Oleh teman-teman sepermainan dulu saat di Sekolah Rakyat, dia suka dibuat ledekan  dengan dikait-kaitkan pada lagunya Lilies Suryani tahun 1960-an, “Gang Kelinci”: Hanya satu yang kuherankan, badanku gemuk tak bisa tinggi, persis kaya anak kelinci…..

- Advertisement -